,
19 Mei 2021 | dibaca: 441 Kali
Pilih bungkam17 Anggota DPRD KKT, Usai Penandatangan Mosi Tidak Percaya
noeh21
Saumlaki - TabloidSkandal.com
Sehubungan dengan surat mosi tidak percaya yang bocor ke publik. Dimana surat tersebut dilayangkan 16 anggota dan 1 pimpinan DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar KKT berdasarkan hasil paripurna internal kepada Ketua DPRD mereka yang akhirnya berbuntut ke rana hukum, mendapat tanggapan dari Wakil Ketua II DPRD KKT Ricky Jauwerissa tepat hari rabu pukul, 16 : 58 Wit di ruang kerjanya,
 
Mewakili ke-16 anggota dewan tersebut, dirinya menjelaskan bahwa sesuai kesepakatan hasil rapat bersama, pihaknya memutuskan untuk bungkam atau tidak akan berkomentar apapun tentang persoalan ini. Pasalnya, pihaknya lebih memilih untuk berbicara saat dipanggil oleh pihak berwajib, dalam hal ini Polres Kepulauan Tanimbar. 
 
"Karena itu adalah keputusan paripurna yang harus ditindaklanjuti. Jadi karena sudah berada dalam rana hukum, biarkan saja," ujar Jauwerissa.
 
Bahkan dia dan anggota lainnya memberikan dukungan penuh terhadap Ketua DPRD untuk memprosesnya. Alasan dukungan tersebut karena mereka menghargai semua proses. Sayangnya kendati mengakui menghargai lembaga dan Badan Kehormatan BK dewan, namun pihaknya merasa wajar saja jika surat mosi dalam rapat internal itu bocor ke rana publik, sebelum Badan Kehormatan melakukan tugas dan kewenangannya sesuai mekanisme dan tata tertib pada lembaga legislatif itu. 
 
Ditanyakan tentang keabsahan surat mosi yang beredar luas dan tidak dibubuhi cap, nomor surat, serta perihal dan juga tidak ditandatangani oleh Wakil Ketua 1, menurutnya hal itu merupakan hak pribadi dan kebebasan seseorang dan selain itu mosi tersebut bukanlah suatu surat rekomendasi yang wajib dibubuhkan nomor surat dan sebagainya, ia menekankan bahwa itu hanya sebuah mosi atau petisi yang bersifat pribadi. Sehingga terserah saja mau ditandatangani atau tidak.
 
Sementara tentang Ketua dan Anggota BK yang turut membubuhkan paraf mereka dalam mosi dimaksud, Ricky meyakini bahwa BK akan sangat profesional terkait pelanggaran kode etik. 
 
"Saya yakin BK akan profesional dalam masalah ini," tegasnya. Tan 2
Berita Terkait
Berita Lainnya