,
21 Juni 2020 | dibaca: 129 Kali
Meski Ada Pungli, Sidak Komisi I di Talun Rejo Tidak Buahkan Hasil 
noeh21


Simalungun,Skandal

Pungutan liar di Nagori Talun Rejo Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun, membuat Komisi I DPRD Simalungun  Sidak ke Kecamatan tersebut. Pungli Dana BLT dan BST dampak Covid-19 tersebut ditenggarai dilakukan para aparatur Nagori mulai dari sekretaris Nagori, Gamot dan Kaur Nagori diduga atas perintah PNTR 

Tempat sidak tersebut digelar di Aula Harunguaan Kantor Camat Pematang Bandar Jum’at (19/6/2020) sekitar pukul 10,00 Wib. Dihadiri Pangulu Nagori Talun Rejo Waris, Gamot, Maujana dan LPMN. Turut juga tampak hadir Camat Pematang Bandar Juraini Purba dan perwakilan Polsek Perdagangan. 

Namun, pertemuan itu meminta agar kutipan yang dilakukan tidak terulang kembali. Anggota Komisi I sekaligus Wakil Ketua DPRD Simalungun Sastra Joyo Sirait menyayangkan terjadinya pengutipan yang dilakukan oleh perangkat Nagori. Ia bertanya berapa pagu anggaran dana awal untuk penanggulangan Covid-19? Diketahui ternyata mengalokasikan Dana Desa tersebut sebesar Rp 50,000,000. Dan yang disalurkan hanya sebesar Rp 15,000,000. 

Pengutipan tersebut tidak dapat dibenarkan sama sekali dan terkait perangkat Maujana tidak peduli dengan persoalan pungli tersebut.sangatlah disayangkan Sastra didalam gelar pertemuan. Demikian halnya yang disampaikan Aripin Panjaitan dari Fraksi PDIP. Dia sangat malu, karena pungli ini terjadi di kampung halamannya sendiri.

Salah satu tokoh masyarakat Nagori Talun Rejo yang tidak mau disebut namanya, ketika Dikofirmasi Skandal.com,21/6/2020 terlihat kesal saat  Maujana dan Kaur tidak mengetahui adanya pungli "Salah satu pelakunya K pak. jangan saat gelar pertemuan semuanya buang badan,”sebutya.

Tokoh Pemuda Talun Rejo M. Tampubolon mengatakan hal itu harus diproses secara hukum. “Bukan himbauan dan saran jangan mengulangi kembali, tegas dong kalau jadi wakil rakyat,” ucapnya dengan kesal.

Beberapa warga menyampaikan kepada media,tetap akan melaporkan hal ini ke pihak berwajib secara resmi, karena persoalan ini sepertinya terkesan dibiarkan, padahal intruksi Presiden siapa yang melakukan Pungli dana BLT dan BST agar di hukum seberat beratnya.                                                                                                              Reporter              :Monawelta                            Kabiro Sumut.    :Ansary Nst
Berita Terkait
Berita Lainnya