Tutup Menu

Bupati Malra Diminta Turun Tangan Cabut Sasi Sengketa Pejabat Langgiar Haar

Rabu, 07 April 2021 | Dilihat: 422 Kali
    
Malra, tabloidskandal.com
Bupati Kabupaten Maluku Tenggara Drs. Hi. Muhammad Thaher Hanubun diminta agar segera mengambil langkah kebijakan dalam menyelesaikan persoalan kedudukan Pejabat Kepala Ohoi (Kepo) Langgiar Haar dengan mencabut tanda larangan adat Kei berupa hawear/sasi ditanam pada sejumlah tempat di wilayah tersebut.
 
Pasalnya, pasca Hanubun melantik M. Noho Jabkenyanan pada tanggal 23 Maret 2021 lalu menuai pro-kontra antar sekelompok warga masyarakat di Ohoi/Kampung tersebut dengan memasang tanda larangan sasi (Hawear) sebagai penolakan atas pelantikan itu.
 
Salah satu Tokoh Adat Desa/Ohoi Langgiar Haar, Hasan Leisyanan mengatakan pemasangan Hawear yang dilakukan bertujuan bermaksud untuk mengembalikan hak kepemilikan Kepala Ohoi kepada Marga Sirsoban.
 
Walaupun berasal Marga Leisyanan, akan tetapi ia turut memberikan dukung penuh bagi Marga Sirsoban, karena hak kepemilikan Kepala Desa yang sebenarnya ada pada Marga Sirsoban.
 
"Hawear yang kami dipasang tidak akan dicabut, sampai Bupati Malra turun langsung ke Ohoi dan mencabut surat keputusan pelantikan Kepala Ohoi Langgiar Haar." tegas Hasan saat dikonfirmasi Tabloidskandal.com Selasa, 6/4/2021.
 
Kata Leisyanan, Sasi yang dipasang/ditancapkan itu akan berdiri tegak hingga orang nomor satu Maluku Tenggara turun dan mencabut surat keputusan dimaksud sebab tidak sesuai dengan hukum adat yang berlaku di wilayah Kepulauan Kei.
 
Sementara itu calon tunggal Kepala Ohoi Langgiar Haar, Ahmad Sirsoban mengakui pemasangan sasi yang dilakukan beberapah Marga di kampung tersebut sebagai bentuk kekecewaan atas pelantikan Kepala Ohoi Langgiar Haar oleh Bupati Maluku Tenggara.
 
"Pemasangan sasi ini dilakukan oleh keluarga besar Sirsoban, Leisyanan, Yanwarin dan Yanyanan terkait pelantikan Kepala Ohoi Langgiar Haar tertanggal 23 Maret 2021 dan Kami dari Marga Sirsoban sebagai garis lurus Kepala Ohoi sudah bertemu Bapak Bupati Malra, namun sangat disayangkan karna usulan kami hingga kini belum direspon.” ujar Ahmad.
 
Pada akhirnya lanjut Sirsoban, pasca pelantikan tersebut keluarga besarnya kemudian mengadakan musyarah dan mengambil kesepakatan untuk memasang Sasi (hawear) pada empat titik di Ohoi Langgiar Haar, yakni pada SD Inpres Langgiar Haar, Pustu dan dua titik lainnya tepat pada pintu masuk Desa/Ohoi dimaksud.
 
"Kedudukan di Ohoi Langgiar Haar sudah diletakan oleh leluhur kami Hi. Jusuf, sehingga Jabkenyanan tidak memiliki hak Orang Kay di sana.” bebernya.
 
Menurut Sirsoban, tujuan pemasangan sasi tersebut, agar Bupati Maluku Tenggara segera meninjau kembali surat keputusan pelantikan Kepala Desa/Ohoi setempat.
 
"Olehnya itu, kami minta agar bapak Bupati dapat menyisikan waktu untuk turun dan cabut sasi di Ohoi Langgiar Haar. Namun apabila tidak diindahkan maka sasi akan tetap kami pasang beediri tegak seperti saat ini.“ tutupnya.
 

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com