,
10 Oktober 2018 | dibaca: 227 Kali
Rembang Kembangkan Sistem Informasi Wisata Terpadu
noeh21
Winaryu Kutsiyah
Rembang, Skandal

Animo wisatawan luar daerah berkunjung ke berbagai obyek wisata unggulan di Kabupaten Rembang cukup tinggi. Tercatat dalam kurun waktu 2017 saja, terdapat sekitar 1,4 juta wisatawan luar daerah berkunjung ke Rembang.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah obyek wisata yang kini menyedot kunjungan wisatawan lokal dan luar daerah, bahkan wisatawan manca negara,  yakni; obyek wisata religi Musium dan Makam R.A. Kartini dan Lawang Ombo. Keduanya obyek wisata ini merupakan satu-satunya yang ada di dunia. 

Selanjutnya, obyek wisata Tiongkok kecil Heritage di Desa Karangturi Lasem dan obyek wisata Karangjahe di Desa Punljulharjo dan beberapa obyek wisata unggulan lainnya yang kini tengah dikembangkan Pemkab Rembang.

Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/10) Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rembang, Winaryu Kutsiyah, S.Pd,.MM. mengatakan, salah satu upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, pihaknya merencanakan louncing kegiatan Akselerasi Promosi Wisata di Kabupaten Rembang melalui Informasi Pariwisata Terpadu, yang dijadwalkan tanggal 24 Oktober 2018 mendatang.

Ia menjelaskan, sistem Informasi Pariwisata Terpadu itu, akan memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk memperoleh informasi yang seluas-luasnya tentang obyek-obyek wisata unggulan di Rembang yang dapat diakses para wisatawan melalui online.

“Dalam kegiatan akselerasi ini, ada 5 hal penting yang akan kami lakukan yaitu; Pembuatan Websait, Aplikasi wisata, Video wisata, Peta wisata dan Leflet wisata. Jadi wisatawan tak repot lagi, istilahnya tinggal klik  saja secara online,” jelasnya.

Winaryu mengharapkan, ke depan tak hanya wisatawan lokal saja yang berkunjung. Namun lebih dari itu, akan bisa memancing minat kunjungan Wisatawan Nusantara (Wisnus) dan Wisatawan Mancanegara (Wisman).

“Di sinilah diperlukan kesiapan. Siap Distinasinya, siap Sarpras dan SDM yang  bukan saja sebatas pengelolanya. Namun lebih dari itu, elemen masyarakat juga harus berpartisipasi yaitu masyarakat sadar wisata dan harus ada sinergitas antara pengelola wisata dengan ekonomi kreatif juga kuliner,” tuturnya.

Disinggung soal dampak wisata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar, Winaryu menyatakan ekonomi masyarakat sekitar semakin menggeliat, terbukti dengan terbukanya lapangan pekerjaan dan usaha bagi masyarakat disekitar obyek wisata. (Sutrisno/Rbg).
Berita Terkait
Berita Lainnya