,
07 Juni 2019 | dibaca: 625 Kali
Malam Takbiran,  Tepian Sungai Kapuas Gelar Festival Meriam Karbit
noeh21
Pontianak, Skandal 
                                       
Meriam Karbit merupakan salah satu tradisional budaya masyarakat tepian Sungai Kapuas. Setiap lebaran atau hari Raya Idul Fitri  siap dibunyikan, dengan suara berdetum layaknya tank.

Di hari malam takbiran, 4/6,  Tepian Sungai Kapuas menggelar Festival Meriam Karbit. Akibatnya, daerah itu ramai dengan suara dentuman tak henti- hentinya sepanjang malam. 





Banyak masyarakat yang berdatangan  menonton, baik darl warga setempat maupun warga dari luar, bahkan ada dari manca negara. 

Muttaqin, Ketua Kelompok Meriam Karbit  di Kawasan Kampung Banjar Sersan, Pontianak Timur, ini mengatakan meriam karbit memang tradisi masyarakat tepian Sungai Kapuas.

"Festival ini, khususnya biaya pembuatan Meriam,  dapat sumbangan dari masyarakat dan yang lain," ungkapnya.                     
Menurut dia, zaman nenek moyang,  meriam karbit ini dibunyikan untuk mengusir Hantu Pontianak/Kuntilanak yang merupakan sejarah jadi Kota Pontianak. 

"Dulu meriam pakai buluh / bambu, kemudian berubah  batang Kelapa, sekarang sudah Pakai Kayu Balok," tuturnya.  

Kayu balok sekarang sudah mulai susah dicari serta mahal harganya. "Kami tetap sangat mengharapkan  jangan sampai tradisi ini hilang," ujarnya mengakhiri. (RH)
Berita Terkait
Berita Lainnya