,
24 Juli 2019 | dibaca: 346 Kali
Ketua PWO Maluku Beri Acungan Jempol Kadis Pariwisata Malra
noeh21


Malra, Skandal

Kegiatan Wonderfull Sall di Desa Debut Kecamatan Kei Kecil 24 - 27 Juli 2019 mendapat apresiasi positif dari Ketua PWO Maluku, Buce Rahakbauw.

Rally kapal layar ini diikuti oleh 12 negara dengan 51 kapal dan 109 yachter.

"Tidak mudah 12 negara ikut pada acara itu. Apalagi bersama 51  kapal dan 109 Yacht," jelas Buce memberikan acungan jempol pada Kadis Pariwisata Kabupaten Malra,  Roy Rahayaan yang sukses menggelar Wonderfull Sall.

Dalam acara itu, setiap peserta dijemput  Pemerintah Kabupaten dengan  atraksi  budaya Kei (Evav). Mereka menggunakan perahu layar berlabuh di Desa  Debut, lalu dijemput langsung  Bupati Maluku Tenggara Drs Haji Muhamad T, Hanubun dan Wakil Bupati Maluku Tenggara (Malra) Ir P, Beruatwarin MSi,   perwakilan dari Kementerian Kemaritinan dan Parawisata serta para undangan, baik dari pusat, Provinsi Maluku, seluruh OPD Kabupaten Malra dan masyarakat.
 
Selain itu, turut juga seluruh  Muspida Kabupaten Malra dan  para toko adat Desa Debut, disertai  berbagai tarian adat Kei (Evav)

Menurut Rahakbauw, event tersebut sangat luar biasa, baru pertama kalinya terjadi di Kei.

"Ini merupakan sejarah. Saya mengapresiasi
Kadis Parawisata Kabupaten Malra atas keberhasilan dan bisa menciptakan 12 negara hadir di Tanah Kei  dengan 56 buah kapal dan bendera masing masing negara," tutur Buce.

Negara-negara itu antara lain  Australia dengan 30 orang dan 14 kapal,  Belanda dengan 4 orang dan 2 kapal., Inggris dengan 12 orang dan 5 kapal, Prancis dengan 2 orang dan 1 kapal, Jerman dengan 4 orang dan 2 kapal, Kanada dengan 10 orang dan 4 kapal,  Selandia Baru dengan 2 orang dan 1 kapal,  Swedia dengan 6 orang dan 3 kapal,  Norwegia dengan 2 orang dan1 kapal,  Spanyol dengan 2 orang dan 1 kapal,  Amerika Serikat dengan 17 orang dan 8 kapal, Skotlandia dengan 16 orang dan 8 kapal.

Ke depan Rahakbauw berharap kepada Bupati dan Wakil   dapat menghadirkan Presiden RI, Ir HJoko Widodo untuk  menyaksikan wisata wisata serta Adat budaya orang Kei.

"Maluku dijuluki sebagai seribu pulau, dikenal sebagai sektor lumbung ikan.  Kepulauan Kei di kenal dengan pasir putih panjang No 2 di dunia," tuturnya.

Sayangnya potensi itu belum pernah  disentuh, bahkan belum dikunjungi oleh presiden dan wakil presiden.

"Harapan saya  Kadis Roy Rahayaan SH.MSi ke depan  bisa menghadirkan puluhan negara untuk ikut serta dalam kegiatan wonderfull Sail di Tanah Kei(Evav)yang kita cintai," tutur Buce mengakhiri. (MI)*
Berita Terkait
Berita Lainnya