,
08 Agustus 2020 | dibaca: 147 Kali
GS Food Street Ramaikan Kuliner di BSD City. 
noeh21
Githa Swarantika, putri sulung wartawan senior, Sinano Esha

Tangerang, Skandal

Kawasan BSD City kini makin dimanjakan oleh wisata kuliner. Sejak 17 Juli lalu, sebuah gerai Githa Swarantika (GS) Food Street, mulai beroperasi menyajikan kelezatan masakan ala barat, asia dan lokal. 

Bukan hanya goyangan lidah, juga sekujur tubuh bakal menikmatiusik hidup, digelar tiap malam. Suasananya pun semarak dan romantis, bikin betah pengunjung.





Terlebih Lokasinya cukup strategis, di antara bangunan Stasiun KRL Commuter Line Cisauk dan Pasar Modern Intermoda BSD.
 Sentral jajan ini diperuntukan bagi warga Tangerang dan sekitarnya yang suka berburu kuliner. Khususnya warga Cisauk, sudah tidak perlu lagi pergi jauh mencari panganan.

Tempat camilan dan hiburan

Menurut pengelola GS Food Street, Gita Swarantika, pusat jajan itu didirikan atas keinginan warga perumahan dan mahasiswa yang bermukim di kawasan Cisauk. Mereka berharap di wilayahnya dibangun pusat jajan sekaligus untuk santai dan ajang rendezvous (pertemuan) komunitas.

“Ya, kami apresiasi keinginan itu. Mendirikan tempat camilan dan hiburan tapi tak jauh dari lokasi tempat tinggal. Mudah dijangkau, dan nggak ribet jalannya,”  papar perempuan pengusaha muda Tangerang,  

Secara ekonomi, lanjut Gita, mendirikan wisata kuliner di kawasan Cisauk cukup menjanjikan, dan potensial. Selain sudah banyak berdiri pemukiman, juga terdapat dua perguruan tinggi: Universitas Atmajaya dan Universitas Prasetiya Mulya, di samping aktivitas padat pengguna KRL Commuter Line Stasiun Cisauk mencapai 6.000 orang setiap harinya.

“Kami kemudian menggandeng pihak manajemen Pasar Modern Intermoda BSD. Kebetulan lokasinya berdampingan dengan Stasiun Cisauk. Cukup strategis,” jelasnya putri sulung wartawan senior Sinano Esha.

Lebih jauh dikatakan Gita, kawasan tersebut dilengkapi terminal bus layang (elevated), shuttle bus BSD Link, dan antar gedung pasar modern dengan stasiun terkoneksi pintu masuk-ke luar.

“Secara fisik, keberadaan GS Food Street diuntungkan. Di mana pengguna KRL, bus dan pengunjung pasar modern dapat memanfaatkan pusat jajan kami. Apalagi posisi kami di antara bangunan pasar modern dengan stasiun,” jelasnya.





Meskipun begitu, kata Gita, pihaknya hanya mendirikan 50 lapak, di bagian depan halaman parkir. “Sudah sekita 35 lapak terisi. Mulai dari kuliner nusantara, Asia hingga Barat. Pengunjung tinggal milih menu kesukaannya,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Pasar Modern Intermoda BSD, Deddy. Pihaknya berharap ke depan GS Food Street menjadi distinasi wisata kuliner, menyusul lokasi serupa di kawasan BSD City yang sudah ada lebih dulu.

“Memulai operasional GS Food Street di tengah pandemi Covid-19, memang tak masuk akal. Tapi bagi kami merupakan tantangan. Alhamdulilah, belum seminggu masyarakat Cisauk dan sekitarnya menyambut hangat keberadaan pusat jajan ini. Setiap malam pengunjung cukup ramai,” jelasnya. (****,)
Berita Terkait
Berita Lainnya