,
15 Mei 2019 | dibaca: 385 Kali
Adam Rahayaan Tetap Lakukan Reklamasi Talud Pantai Kiom Vidawot
noeh21
Walikota Tual


Tual, Skandal

Walikota Tual,  Adam  Rahayaan SAg bertekad melakukan reklamasi Talud Pantai Kiom Vidawot demi keindahan pantai tersebut.

"Poyek Reklamasi Talud Kiom dan Vidawot bukan proyek mega, tapi sesuai dengan perencanaan untuk tata kota," jelas Adam Rahayaan pada Skandal saat ditemui di ruang kerjanya tadi sore, sekitar pukul 4 sore waktu setempat

Rahayaan menjelaskan,  sebelum reklamasi dilakukan, tentunya  harus ditata dulu agar bisa berjalan.

"Kita tidak bisa bekerja dengan sistem tabrak bisa jalan," ungkapnya.

Dia ingin menjelaskan kepada publik agar  bisa memahami maksud dan tujuan pantai itu direklamasi.

"Tujuan pertama adalah untuk kesehatan,  menghindari buang sampah sembarangan," tuturnya. 

Dia menyebut selama ini pecahan botol minuman,  sampah basa dan kering di buang di pantai. Diharapkan lewat reklamasi akan ada tempat  rekreasi, seperti  Air Mancur, Taman Taman dan juga  ruang tunggu.

"Jadi kita buat program ini tentu kita sudah pikir ke depan, bukan lagi pikir ke belakang," tuturnya.

Menurut Rahayaan wilayah Kiom Vidawot dari ujung pesisir pantai, semua pintu rumah  menghadap ke depan, sedang dapur menghadap pantai.

Rahayaan sudah berkordinasi dengan wakil Walikota, Sekda, Bapeda dan dinas terkait untuk tahun depan akan memberikan bantuan beda rumah kepada warga yang di pesisir pantai untuk perencanaan pintu rumah menghadap ke jalan sehingga keindahan lebih harmonis.

"Ke depan  wilayah pantai Kiom Vidawot ke depan tidak seperti sekarang ini," tegasnya.

Dia juga mengingatkan  reklamasi di areal Kiom Vudawot  akan dilakukan bertahap. Setelah usai, akan kembalj ke Wearhir hingga sampai di pantai Taar.

"Jadi  kita tata kota Tual ke depan  harus lebih indah," tambahnya.

Itu semua, menurut dia, bukan sekedar membalikan tangan. Semua program kerja itu berjalan sesuai dengan rancangan, bukan sesuka hati. 

Rahayaan mengaku melakukan semua itu demi memperkuat ikon  kota Tual dan Kab Malra sebagai kota wisata yang sangat terkenal. 

"Jadi kita rancang di pesisir pantai itu baik, agar tamu dari luar mau menyeberangi ke Pulau Baer melihat keindahan pantai. Mereka tentu bangga dengan keindahan kota, sehingga yang menikmati  bukan Walikota atau Wakil Walikota, tapi semua masyarakat asal menjaga dan merawatnya," tutur Rahayaan (MI)
Berita Terkait
Berita Lainnya