,
18 Januari 2021 | dibaca: 171 Kali
Pemerintah Kabupaten Jepara Kurang Selektif Maraknya Oknum Ngaku Pers Namun Tidak Bisa Menulis Berita.
noeh21
Setelah deklarasi Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN) di Hotel Jepara Indah 8 Desember2020 lalu mengundang respon pihak pemerintah di Bumi Kartini.
 
Kenapa pemerintah kabupaten Jepara pada saat acara Konferensi pers belum bisa membedakan mana wartawan yang sungguhan dan yang tidak sungguhan, sebab ada yang datang hanya untuk beraksi saja dengan memakai seragam, tenteng kamera, pasang kta pers, namun tidak pernah ada beritanya.
 
Bahkan pernah orang no 1 di Polres Jepara dicatut namanya oleh oknum yang ngaku-ngaku pers dengan tujuan untuk memeras, meski fakta dilapangan sejumlah oknum tersebut memang tidak pernah menulis berita.
 
Disayangkan juga sebagai pemangku kepentingan pemerintah kabupaten Jepara wajib melakukan pembinaan terhadap oknum-oknum yang mengaku wartawan. Benarkah dengan menjadi wartawan dengan mudah untuk mendapatkan duit?
 
Faktanya memang ada juga yang berprofesi rangkap, misal saja berprofesi tabib, tukang obat, tukang kayu, kontraktor alias rekanan atau bahkan pengacara masih ngebet bernafsu pingin rangkap menjadi wartawan.
 
Fenomena pers yang menjamur seperti musim hujan saat ini dibumi kartini belum menjadi perhatian serius oleh aparat penegak hukum, misal saja kabar sisa limbah PLTU Jepara yang jadi rebutan berbagai pihak, bahkan ada juga oknum didalam rebutan penguasan limbah PLTU itu memakai nama alias embel embel pers, meskipun oknumnya itu tidak pernah tahu sama sekali bagaimana cara membuat berita hasil liputan.
 
Kartu pers hanya untuk “gagah-gagahan” semata, hanya untuk unjuk kekuatan, sebab kebanyakan yang terjadi dilapangan profesi itu sering dilacurkan. Ngerinya lagi seragamnyapun mirip-mirip aparat hukum, simbol lencana sering di pakai sebagai identitas pakaian kebesaran.
 
Humas mana yang wajib bertanggung jawab dalam pembinaan dengan maraknya para pihak oknum oknum yang mengaku sebagai wartawan.
 
Bahkan ditubuh pwo Jepara saja secara bertahap telah melakukan seleksi terhadap anggotanya mana yang benar-benar wartawan atau yang tidak, sebagai wartawan harus bisa membuat berita, bagi yang membonceng nama pwo telah dilakukan pembinaan.
 
Hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmen pers bertanggung jawab serta bekerja dengan profesional menjunjung kode etik jurnalistik.

Penulis: Aji Pati Gunawan
Pemerhati Pers Wartawan 1999
Berita Terkait
Berita Lainnya