,
29 Juni 2020 | dibaca: 166 Kali
Warga Menolak Dites, Karena Tidak Ada yang Menderita Covid19 
noeh21

Simalungun, Skandal

Seluruh masyarakat Nagori Tanjung Hataran Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun Provinsi Sumut, menolak untuk dites Covid-19.

Selain berjaga-jaga di pintu masuk akses kampung, warga juga menggelar aksi unjuk rasa di kantor pangulu setempat. Membentangkan foster sekaligus berorasi, Senin (29/06/2020) pagi hingga siang.

Sebelumnya informasi menyebut, jika tim gugus tugas penanggulangan penyebaran Covid-19 Simalungun, akan segera melakukan tes terhadap seluruh warga. Menyusul, adanya salasatu warga yang dinyatakan reaktif Covid-19 pada dua pekan lalu.

Semua  aksi dalam unjukrasanya di depan kantor pangulu, warga secara tegas menolak rencana itu. Warga merasa tak ada yang menderita Covid-19 di Nagori mereka.

“Semua Kami menolak Rapid Test. Tak ada yang sakit. Yang kemarin juga udah lewat 14 hari bukannya dipulangkan. Padahal sehatnya,” teriak masyarakat ber ramai-ramai

Pangulu Tanjung Hataran, Rusli, memohon maaf kepada warga. Rusli pun menyarankan warga menempuh jalur hukum bila ada pelanggaran  dalam sikap pemerintah selama ini.

Sementara Camat Bandar Huluan, Masra, ketika dikomfirmasi media Skandal.Com,Iya memastikan ranah Rapid tes menjadi kewenangan tim gugus Covid-19 Kabupaten Simalungun,Sumatra Utara. 

Reporter.              :Monawelta
Kabiro Sumut.     :Ansary Nst
Berita Terkait
Berita Lainnya