,
04 Oktober 2019 | dibaca: 507 Kali
Warga Ambil Air dari Pipa Pembuangan 
noeh21


Skandal Musi Rawas-- 

Warga Desa Karya Sakti Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, memanfaatkan air yang keluar dari pipa pembuangan akibat tidak ada air  ke Sungai Musi.

"Jauh sekali pak  walau hujan beberapa hari ini. Sungai dan Sumur kering pak," tutur Rozak, Masno dan kawan-kawan.





Mereka bergiliran (antrian) membawa derigen. Ada yang pakai motor dan mobil setiap hari sampai 7 kali. 

"Kami  mengambil air, karena pasang PAM mahal pak. Paling murah biaya pasang Rp.1.200.000 bahkan sampai Rp.1.800.000. Variasi sedangkan untuk Kota Lubuklinggau paling Rp 600 ribu," ujarnya kepada Skandal, dibenarkan Pendi.

Warga terpaksa mengambil air bersih dari pipa pembuangan air milik Badan Layanan Umum Saerah- Sistem Penyediaan Air Minum (BLUD-SPAM) Musirawas untuk kepentingan mandi, minum dan Cuci.

Pantauan Tabloid Skandal.com, Rabu (04//2019) terlihat di beberapa titik pipa pembuangan yang dimanfaatkan warga untuk mengambil air.

Kepala BLUD SPAM Mura Agus Hilman  ketika bincang Skandal di ruang kerjanya Kamis (05/10) mengatakanPerbub No:
31 Tahun 2018 tentang Penetapan Besaran Tarif Air Minum, Biaya Sambungan Baru dan Jasa Lainnya, menyebutkan  kalau lebih dari Perbup itu pipa parsil, bukan pipa dinas yang harganya beda.

"Kalau ambil pipa di sini( kantor maksudnya) biaya transport ditanggung pelanggan. Untuk PERBUP pipa dinas satu batang, kalau lebih pelanggan yang bayar, juga kalau krosing misalnya 6 meter kalau tanahnya keras upah galinya jadi agak mahal. PERBUP hanya pipa dinas,"  terangnya mengakhiri.(ed).
Berita Terkait
Berita Lainnya