,
26 November 2019 | dibaca: 1406 Kali
Wandi Ramadhan Siswa SMA Negri 1 Kei Kecil yang Lolos Pertama IPDN. 
noeh21

Malra, Skandal

Akhirnya cita-cita Wandi Ramadhan masuk ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPTDN) terwujud. Ia tercatat sebagai siswa pertama anak Maluku Tenggara (Malra) yang mengail "ilmu pemerintahan" di situ.

"Waktu di SMP, cita-cita saya memang masuk IPTD," ujar Wandi. Ia bersyukur sekali sebagai putra pertama dari Malra yang kuliah di situ.

​​​​​​

Bahkan, kepada ibu dan bapaknya, tekadnya setelah lulus dari SMA hanya melanjutkan ke IPTDN. Cita-citanya begitu kuat, disampaikan kepada ayahnya yang hanya seorang petani.

"Memang cita-citanya cuma masuk IPTD," jelas sang ayah,  Hartono. Cita-cita itu dilontarkan anaknya saat masih di SMP. 

"Cita citanya cuma satu yaitu pingin masuk di IPDN.dan kini telah terjawab," ujar Hartono terharu, saat mengenang permintaan anaknya melanjutkan  di IPDN.

Saat pelantikan siswa siswa IPDN di Sumedang tepat tanggal 2 November 2019 dihadiri oleh Mendagri Tito Karnavian.

"Selama dirinya menjabat sebagai Kapolda Papua, Metro Jaya hingga Kapolri bahkan sampai Mendagri kurang lebih 15 tahun, baru pertama kalinya putra terbaik atas nama Wandy Ramadhan dari Kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku telah mengharumkan Kabupaten Malra," jelas Mendagri Tito.

Menurutnya,  presetasi siswa siswi  dari daerah manapun harus bisa di tingkatkan. Bila perlu bantuan dari Pemda maupun Provinsi.


​​​​​​


"Makanya buat siswa siswi yang mengharumkan nama daerah, kita perlu apresiasi," ujar mantan Kapolri ini.

Tito juga merasa bangga atas keberhasilan Wandi Ramadhan, putra terbaik Hartono yang bekerja sebagai buruh kasar. Namun karena  cita cita putranya, maka semua aktifitas ditinggalkan dan selalu senantiasa mendampingi putra yang mana telah mengharumkan kabupaten Maluku Tenggara," tutur mantan Kapolri ini.

Wandi Ramadhan lahir  6 September 2001 di Rumah Sakit Langgur.  Wandi Ramadhan putra keseyangan Hartono.  Saat sekolah semenjak  SD sangat rajin belajar dan  sholat. Dia juga selalu mendengar nasehat  kedua orang tua hingga oma dan opa.

Dia  juga sewaktu  masih di bangku SMP dan SMA tidak pernah ikut tawuran,  kecuali belajar dan belajar. 

"Semoga dia menjadi anak kebanggan buat Kabupaten Malra, terkhusus orang tua," jelas Hartono berpesan kepada anaknya.
Berita Terkait
Berita Lainnya