,
11 Januari 2020 | dibaca: 363 Kali
Wagub Jateng dan Warga Punguti Sampah di Kali Senget
noeh21
Wagub dan warga punguti sampah di kali Senged
Rembang, Skandal 

Kondisi kali Senged di Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, cukup memprihatinkan. Tumpukan berbagai jenis sampah menutupi aliran sungai. Padahal dulunya sungai ini sempat menjadi primadona warga masyarakat sekitar. 

Salah satunya Wakil Gubenur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang lahir di desa itu.
Bersama warga dari berbagai kalangan Wagub tak canggung memungut sampah dalam aksi penyelamatan lingkungan sungai dengan memungut sampah. 






"Dulu sungai ini bersih. Kami sering mandi di sini, setelah main bola sore hari terus mandi di sungai. Saya senang waktu itu tidak ada media tetapi orang tua kita langsung mengajarkan kita kebersihan,” kata Taj Yasin di sela aksi memungut sampah di Kali Senged, Desa Karangmangu, Sarang, Rembang, bersama ratusan warga dan instansi terkait, Jumat (10/1/2019) pagi.

Ironisnya sungai kali Senged yang dulunya bersih, beberapa tahun terakhir keadaan kali Senged  cukup memprihatinkan. Sungai dipenuhi sampah. Parahnya lagi, hampir tiap tahun di daerah itu sering dilanda banjir akibat air sungai meluap hingga ke pemukiman warga.

Menurut Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, perubahan wajah Kali Senged itu juga dampak negatif dari pemakaian kantong plastik. Artinya, ketika sampah menumpuk di rumah kemudian dibuang.

“Saya berharap nanti kalau ke pasar kembali seperti dulu. Mbah-mbah dan ibu-ibu kita kalau ke pasar bawa tas sendiri, belanja secukupnya, buka tas dan masukkan ke tas sendiri setelah itu bawa pulang,” tuturnya.

Gus Yasin terjun langsung ke lokasi memungut sampah saat aksi giat pungut sampah di Kali Senged. Mulanya ia memungut sampah yang menumpuk di tepi sungai. Merasa tidak cukup, Gus Yasin bersama Camat Sarang Muttaqin kemudian menuju ke tengah sungai menggunakan perahu karet. Ia kemudian melanjutkan memungut berbagai jenis sampah satu persatu dan dimasukkan ke dalam karung.

Sebanyak 982 kilogram sampah berhasil diangkat dalam aksi yang berlangsung selama dua jam itu. Rinciannya sebanyak 222 kilogram sampah organik dan 760 kilogram sampah anorganik.

“Hari ini kami bersama-sama membersihkan sampah. Ada dari warga, santri, LSM, Koramil, PSDA Jateng, DLHK Jateng, BPBD, bahkan dari KKN Undip. Semoga ini tidak berhenti hari ini saja tetapi bisa secara periodik, setiap hari dilakukan di sini,” ujarnya.

Gus Yasin juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuang sampah ke sungai. Masyarakat harus mulai menempatkan dan memilah sampah di rumah. Setelah itu akan ada bank sampah yang mengambil yang sudah dipilah tersebut.

“Saya berharap jika sampah bisa dikurangi, kalau normalisasi sudah dilaksanakan bisa menjadi wisata dan bisa menjadi sumber air bersih untuk masyarakat sekitar. Ning aku njaluk, masyarakat harus mulai budaya menempatkan sampah pada tempatnya,” tandasnya.

Sementara itu, menurut warga sekitar, Ahmad Kholid, kawasan di sekitar Kali Senged, khususnya Desa Karangmangu, sudah beberapa kali dilanda banjir akibat luapan air sungai. Luapan terparah sungai yang melalui sekitar delapan desa di Kecamatan Sarang itu sampai selutut orang dewasa atau kurang lebih 40 sentimeter.

Tidak hanya itu, terjangan banjir juga sempat membuat jalan dan jembatan rusak parah.

“Tepatnya kapan saya kurang ingat, tapi dulu jalan sama jembatan sampai ada yang roboh. Kalau air yang masuk perkampungan sampai selutut,” jelasnya.

Kholid menambahkan, sampah-sampah yang menumpuk di Kali Senged itu berasal dari sampah rumahan, baik warga di sekitar Desa Karangmangu maupun sampah kiriman dari desa di sekitar hulu-hilir Kali Senged.

“Untuk normalisasi dulu pernah ada dari kabupaten, terus soal sampah itu dulu juga sudah teratasi tetapi karena sudah tidak ada tempat untuk pembuangan akhir Jadi tukang yang ambil sampah purik (ngambek). Akhirnya sampah itu lari ke sungai dan menjadikan aliran ke muara terhambat,” ( Sutrisno/Rbg).
Berita Terkait
Berita Lainnya