,
24 Juli 2019 | dibaca: 572 Kali
Tanpa Ada Papan Informasi,  Bangunan Sekolah SLB  Seakan Siluman
noeh21

Skandal NTB

Pekerjaan Proyek Sekolah SLB di Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur  NTB , berjalan kurang lebih satu bulan yang pekerjaannya mencapai 60 persen.

Sayangnya. proyek ini Tanpa Papan Informasi atau papan nama proyek. 





Akibatnya, dua warga Desa Sakra Iwan Darmawan, SE dan Zainul Arifin, SP menyoroti proyek yang dibangun Pemerintah Daerah Provinsi NTB seakan proyek Siluman.

Dua orang itu menilai proyek bangunan sekolah SLB yang berlokasi di Pegondang, Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur ini tidak terpasang papan informasi atau papan nama proyeknya saat melaksanakan kegiatan pekerjaannya.

Proyek yang di kerjakan tanpa ada papan informasi, menurut keduanya, biasanya terindikasi   membohongi publik  agar tidak termonitoring besar anggarannya, sumber anggarannya, atau sifat serta sistim pelaksanaannya.

"Apakah sifatnya Swakelola, atau di Tender oleh pihak ke tiga oleh kontraktor atau rekanan atau seperti apa sich," ujar Zainul pada Media Skandal, Selasa 23/7/2019.

Ia juga mengatakan, pihak pelaksana tekhnis, atau Dikbud provinsi lebih transparan, lebih terbuka terhadap publik atau masyarakat agar jelas. 

"Makanya regulasi atau aturan pada pelaksanaan barang dan jasa pemerintah dan Perpres 54 tahun 2010  sudah sangat jelas," ungkap Zainul

Pemasangan papan informasi proyek merupakan implementasi azas transparansi , sehingga masyarakat bisa ikut serta dalam proses pengawasan sesuai amanah Keterbukaan Informasi Publik (KIP) No 14 tahun 2008, Perpres No 54 tahun 2010 dan No 70 tahun 2012 l. Aturan itu menyatakan setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh negara wajib memasang papan nama proyek, nomor kontrak,  jenis kegiatan, lokasi proyek, nilai kontrak, dan jangka waktu atau pekerjaan.





Iwan Darmawan yang juga politisi Partai Berkarya Lombok Timur dan warga setempat sangat menyayangkan proyek itu yang nilainya miliaran rupiah, nanti dikerjakan asal jadi, atau bisa saja tidak sesuai dengan spek teknis.

"Kami selaku masyarakat di desa Sakra, Kecamatan Sakra meminta dan berharap kepada Pemda Provinsi, pihak Dinas terkait, PPK dan PPTK, dari program proyek pekerjaan sekolah SLB ini di berikan peringatan dan teguran kepada pelaksana atau pihak rekanan agar memperhatikan papan informasi adalah bagian  penting dari sebuah program kegiatan," tuturnya. 

Sementara itu Saiful Islam selaku yang membidangi program itu saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya menyatakan belum di printout.

"Nanti setelah print baru dipasang , dan mengucaplan terima kasih sudah diberi info," tandasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Dikbud Provinsi Rusmam  saat mau di konfirmasi media skandal di kantornya  buru - buru pergi karena ada kegiatan..(007 @mien).
Berita Terkait
Berita Lainnya