,
24 Mei 2019 | dibaca: 68 Kali
Sultan ke IX Pontianak Syarif Mahmud Melvin Alkadrie Jjamin Masyarakat Pontianak Timur Tidak Unjuk Rasa Lagi
noeh21

Pontianak, Skandak

Sultan ke IX Pontianak Syarif Mahmud Melvin Alkadrie membacakan surat pernyataan yang  menjamin masyarkat Pontianak Timur tidak melakukan unjuk rasa, kemarin (23/5), 

Pernyataan ini didampaikan seusai rapat Tribrata Polda Kalbar seluruh Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat. 





"Saya akan bertanggung jawab dan menjamin, situasi gangguan kamtibmas di Pontianak di wilayah Pontianak Timur, Rabu, tidak akan terulang lagi," kata Syarif Mahmuch Melvin Alkadrie, pada saat membacakan surat pernyataannya, di Mapolda Kalbar, pada Kamis (23/5/2019). 

Menurut dia, surat pernyataan ini  dibuat tanpa paksaan dari pihak mana pun, apabila dikemudian hari tidak sesuai dengan pernyataan tersebut, maka siap dituntut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Sementara itu, Gubernur Kalbar, Sutarmidji, menjelaskan, dikeluarkan para perusuh itu atas jaminan Sultan Pontianak yang dilengkapi dengan surat pernyataan berbagai pihak.

"Intinya berjanji tidak mengulangi tindakan yang merugikan banyak pihak tersebut,” ujar Gubernur.

Sutarmadji menegaskan, semua biaya pengobatan baik perusuh dan aparat penegak hukum yang dirawat di rumah sakit ditanggung oleh Pemprov Kalbar.

Semenyara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, berjanji  secepatnya membenahi kerusakan yang terjadi akibat kejadian itu, terutama pohon-pohon yang ditebang.

"Akan kita tanam kembali dan ditata. Sementara lampu penerangan jalan umum yang rusak akan kita ganti. Termasuk juga rambu-rambu lalu lintas dan pot-pot yang rusak akan kita perbaiki. Agar masyarakat untuk bisa menahan diri dan tidak ikut-ikutan hal-hal yang merugikan. Apalagi ini masih dalam suasana bulan suci Ramadan. Semestinya masyarakat dapat menahan diri,” kata Wali Kota Pontianak.




Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH menyebut, sebanyak 203 orang dalam insiden aksi unjuk rasa tersebut ditahan.

Mereka ditahan karena melakukan perusakan pada saat unjuk rasa, pembakaran 2 pos polisi dan membawa senjata tajam,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Ternyata dari 203 yang ditahan, 98 orang terindikasi pengguna narkotika, setelah dilakukan  tes urin dan 3 diantara 98 orang ini ada yang membawa barang bukti narkoba. (RH)
Berita Terkait
Berita Lainnya