,
15 September 2020 | dibaca: 381 Kali
SEMY GAITIAN : SEMY LEREBULAN TIDAK PROFESIONAL DAN KEKANAK - KANAKAN 
noeh21


SAUMLAKI,SKANDAL

Pernyataan mantan Kepala Kantor Kesbang Pol,Semy Lerebulan,S.sos yang dimuat Tabloid Skandal,10/09 kemarin, dinilai tidak profesional oleh Semy Gaitian, Kebang Pol KKT.

"Dan itu ke kanak - kanak kan,"tegas Semy Gaitian saat di wawancarai Wartawan Skandal di ruang kerjanya,Senin,14/09.

Sebelumnya dia meminta maaf kepada  Wartawan Skandal  saat  dimintai konfirmasi terkait pernyataan mantan Kepala Kesbang Pol Semy Lerebulan,S.sos melalu via telepon.

"Saya sangat sibuk karena banyak urusan kantor yang harus diselesaikan," ungkap Gaitian.

Menurutnya,  pernyataan  Semy Lerebulan,S.Sos itu benar adanya. Pinjaman itu dari Haji Hartini sebesar Rp 40 juta dengan rincian, Rp 35 juta tunai, Rp 5 juta di transfer ke rekening saat  ketinggalan pesawat di Ambon.

"Saya dan  Semy Lerebulan mencari pinjaman uang keliling kota Saumlaki tapi tidak dapat. Akhirnya saya sampaikan kepada beliau bahwa coba kita ke Ibu Haji Hartini. Kami berdua ketemu Ibu Haji Hartini,  bukan saya sendiri.Dan beliau sampaikan bahwa nanti setelah proses pencairan baru kemudian uang pinjaman beserta bunga 20% di ganti,"tegasnya.





Uang itu, lanjutnya, diperuntukan perjalanan dinas mereka  ke Kalimantan.

"Tapi kalau Pak Semy Lerebulan,S.sos menyampaikan tidak tahu,itu tidak benar dan tidak masuk akal," bantahnya.

Dikatakan, kalau  Semy Lerebulan bilang tidak tahu,kenapa waktu berada di Ambon, dia memintanya telepon  Haji Hartini untuk pinjam lagi Rp 5 juta."Apa itu beliau tidak tahu ??? dan uang Lima juta itu di transfer ke rekening Saya," tandasnya.

Selain pinjaman, Semy Lerebulan juga meminta Ibu Haji membantu bendahara kantor memberikan pinjaman uang, tapi tidak di berikan karena tidak ada uang. "Itu FAKTA,"tegasnya.

Atau sebaliknya, kalau Semy Lerebulan sampaikan pinjaman Rp 40 juta tanpa bunga, itu tidak benar. 

"Saya berpikir kalua saya sampaikan pinjaman tersebut tidak pakai  bunga, itu tidak benar karena beliau sendiri juga sudah tahu itu,kita pinjam di Bank saja pakai bunga,apa lagi pinjam uang pribadi orang atau koperasi. Beliau tahu itu,alasan beliau tidak pakai bunga karena saya mitra dengan Ibu Haji Hartini yang mana ada hubungan kerja bisnis antara istri saya dengan Ibu Haji Hartini,"tuturnya.

Uang pinjaman itu digunakan  bersamaan untuk membeli tiket pesawat termasuk semua  segala macam saya yang belanjakan. Sampai pada uang makan dan penginapan,Rp 35  juta Saya sendiri yang terima hasil negosiasi kami dulu baru saya terima"tuturnya.

Dia juga membenarkan  Surat Perintah Membayar ( SPM ) ditolak saat  diajukan oleh Bendahara Naomi Temar dan Jems Dasmasela.

"Saya tidak tahu apa alasannya. Menurut bendahara,saat itu SPJ atau bukti - bukti perjalanan dinas dari saudara Nelson Picauly belum masuk mengakibatkan SPM di tolak,"urainya.

 Haji Hartini meminjam uang untuk menutupi bunga pinjaman Rp 40 juta atas permintaan mereka. "Saya tidak tahu Ibu Haji megambil uang dari mana untuk menutupi uang pinjaman itupun saya tidak tahu,tapi kalau Ibu Haji Hartini yang menutupi bunga pinjaman Empat puluh juta selama ini,itu betul akhirnya menjadi persoalan hari ini,"tambahnya.

Saat pertemuan dengan Asisten Satu, Gaitian mengakui pinjaman itu untuk perjalanan dinas demi kepentingan daerah. "Saya menjaminkan sertifikat tanah dan juga pa Semy Lerebulan. Tapi saat itu Ibu Haji tidak mau,Beliau maunya uang tunai,kalau ada pinjaman Ibu Haji dari Ibu Linda untuk menutupi bunga pinjaman kami Rp 40 juta,  saya tidak tahu dan pada saat pertemuan di ruang kerja bapak Asisten Satu,Ibu Linda tidak ada,"tegasnya.
 
Dia mengakui perilakunya dan Semy Lerebulan kekanak-kanakan, karena  mencederai nama Pemerintah Daerah karena sudah terekspos. Kedua  mencederai nama Kesbang Pol sebagai institusi. "Ketiga,saya memberikan apresiasi kepada Kaban Kesbang Pol baru yang mana beliau masih memungkinkan untuk menyelesaikan persoalan ini,"tegasnya.

Secara pribadi, Gaitian akan koordinasi dengan pa Asisten Satu untuk melunasi 50 persen. "Saya siap,kita bicarakan dengan Ibu haji dan yang berkepentingan,syaratnya, setelah itu misalnya sejumlah berapa, saya siap dan saya akan upayakan demi menjaga nama baik Pemerintah Daerah dan Kesbang Pol,"tegasnya.

Gaitian mengungkapkan rasa malu karena diekspos seperti ini. Padahal sebetulnya sepanjang sejarah perilaku dirinya tidak seperti ini. 

"Pemerintah melantik kami dan kami berkantor di rumah pribadi saya tanpa ada sewa menyewa,saya kasi gratis  Saya loyal dan saya bersedia mengganti uang tersebut karena saya malu,"tuturnya.

Harapan Gaitian hutang Kesbang Pol dalam bentuk perjalanan dinas,betul - betul di jelaskan atau di pertanggung jawabkan oleh mantan kedua bendahara,Naomi Temar dan Jems Dasmasela di hadapan pejabat biar benar - benar hutang Kesbang Pol ini aman  "Biar jangan lagi mencoreng nama baik Pemerintah Daerah,jangan hanya saya saja jangan - jangan ada lain lagi yang muncul dan mencoreng - coreng  nama baik Pemerintah Daerah,  Intinya,saya bersedia bertanggung jawab dan juga pa Semy Lerebulan harus bertanggung jawab untuk melunasi hutang ini"urainya mengakhiri sambil berpesan KALAU TAKUT BERLIBUR PASANG JANGAN BERUMAH DI TEPI PANTAI,KALAU TAKUT MEMBAYAR HUTANG JANGAN BERHUTANG !!!"tuturnya mengakhiri,( TAN 1 ).
Berita Terkait
Berita Lainnya