,
15 September 2019 | dibaca: 634 Kali
Reklamasi Tembok Berlin di Sorong Bermasalah
noeh21

Papua Barat. Skandal.

Ketua Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Maluku, Buce Rahakbauw mensiyalir beberapa proyek di Kota Sorong  belum berjalan sebagaimana mestinya.

"Masih banyak kendala," tegas Korwil

Sebagai contoh, Buce menyebut
proyek reklamasi pantai di Tembok Berlin Kota Sorong yang di tangani 3-4 perusahan, kini tersendat alias tidak jalan.

Menurut dia,  sebenarnya dalam aturan reklamasi pantai, galian maupun penimbunan laut dan perusahaan harus memiliki Amdal Ukl-Upl. Tapi faktanya perusahan perusahan yang melakukan penimbunan Reklamasi Pantai Tembok Berlin satu pun tidak memiliki izin tersebut.

"Namun kok terjadi pembiaran,terutama dinas terkait," jelas Rahakbauw. Ia menyebut Lingkungan Hidup dan Perikanan Kota Sorong.

Kedua dinas tersebut diduga tidak ada pengawasan, tidak memberikan ketegasan kepada para perusahaan. "Semoga tidak ada masalah," tandasnya.

Rahakbauw mengharapkan agar Walikota Sorong, Lambertus jitmau harus memberikan extra monitoring terhadap reklamasi Tembok Berlin tersebut.

Bukan tugaz wali kota untuk mendatangani dokumen dll.karna harus menjaga harkat dn martabat pemerintahan kota sorong.

Masyarakat sendiri mengeluh terkait dengan adanya proyek proyek yang macet di jalan. "Tapi anehnya, saat di audit Inspektorat maupun BPK tidak ada temuan, sehinggu masyarakat bertanya-tanya," tuturnya.

Selain itu, proyek APBD dan APBN di bawah Rp 1, 5 miliar itu penunjukan.

"Tapi yang terjadi di kota Sorong banyak di atas Rp 2 milyar penunjukan.ini kan sebuah pelanggaran," tuturnya.

Sayangnya  PU dn LPSE tidak  berani memberi masukan kepada Walikota Sorong soal proyek yang bermasalah. (MI)
Berita Terkait
Berita Lainnya