,
25 Maret 2020 | dibaca: 58 Kali
Progres Gugus Tugas Covid 19 Malra
noeh21


Malra, Skandal

Gugus Tugas tim percepatan penanganan dan pencegahan terus bekerja mengantisipasi maupun mencegah Virus Corona (Covid 19) di Wilayah Maluku Tenggara (Malra).

Moctar Ingratubun Ketua Gugus Tugas tim percepatan penanganan dan pencegahan Covid 19 Malra dalam keterangan persnya (rabu) menyampaikan, Selasa kemarin telah dilakukan rapat terbatas yang dipimpim oleh Bupati, Sekda, Staf Ahli, Asisten Setda, Forum Keurukunan Umat Beragama dan tim Gugus Tugas Covid 19 membahas upaya pencegahan covid 19.

Di dalam keterangan persnya juga, salah satu langkah yang diambil dalam upaya pencegahan, yakni penyemprotan disinfektan oleh tim.

"Beberapa titik yang kita telah kita semprot disinfektan diantaranya,  pelabuhan watdek, Kantor DPRD Malra, pasar Langgur, Masjid Watdek, Gereja dan kapal cepat rute Langgur Elat, itu pada hari selasa".

Sementara hari ini (Rabu) dilakukan penyemprotan pada rumah Dinas Wakil Bupati, Gereja Katolik Ohoijang, Masjid Muhajirin Pemda, Gereja Anugerah, Masjid Alfalah, Gereja Katolik Perumnas, dan perkantoran KPU Malra, terang Mochtar.

Mochtar menambahkan, Kadis Kesehatan juga telah melakukan rapat bersama dokter puskesmas di Kei Kecil tentang bagaimana format yang dipakai untuk pendataan penumpang di bandara.

Sementara itu, dr Katrinje Notanubun selaku Sekertaris Tim Gugus tugas percepatan penanganan dan pencegahan covid 19 Malra mengungkap saat ini Malra ada dua orang dalam pengawasan (ODP).

"Kedua ODP tersebut akan terus dilakukan pemantauan selama 14 hari kedepan, jika kondisinya makin tidak baik maka kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan, dan untuk selanjutnya akan ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP),"tandasnya.

"Dukungan dan partisipasi masyarakat Malra untuk membantu Pemda dalam hal ini Tim Satgas, agar bilamana ada sanak keluarga yang baru kembali dari luar daerah, dan daerah tersebut telah terjangkit Covid-19 agar segera melaporkannya ke petugas Satgas untuk dilakukan pemeriksaan," tukas dr Katrinje
Berita Terkait
Berita Lainnya