,
31 Agustus 2020 | dibaca: 174 Kali
Polisi Diminta Ringkus Korban Pembunuhan Sadis   
noeh21


Medan,Skandal

Jadi korban pembunuhan sadis jasadnya ditemukan di Jalan Mahoni Pasar II Tembung, Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, telah tiba di rumah duka di Jalan Bromo Gg Bahagia, Kelurahan Tegal Sari Ii, Kecamatan Medan Denai. Minggu (30/8/2020) malam

Jasad  Fitri Yanti (44) sampai di rumah duka , usai dilakukan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Brimob Polda Sumut Jalan KH Wahid Hasyim.

Salah seorang  keluarga korban saat ditemui di rumah duka Senin (31/8/20) dinihari menuturkan sebelum ditemukan meninggal, pada Sabtu (29/8/2020) malam sekitar pukul 21.00 WIB, korban keluar dari rumah orangtuanya di Jalan Bromo Gg Bahagia, mengendarai sepeda motor .

Selang satu jam kemudian salah seorang anak korban  menelpon mamaknya untuk menanyakan keberadaannya. “Mamak dimana” tanya anak korban. “Mamak di Tembung sama teman. Jaga anak-anak (cucunya),” terang Ramadius menirukan ucapan  anak korban yang laki-laki.

Keluarga tak menyangka, lanjut Ramadius bahwa pesannya tersebut merupakan perkataan terakhir korban karena sekitar pukul 23.00 WIB, nomor hp korban sudah tidak aktif.

“Malam itu keluarga langsung mencari korban hingga akhirnya mendapat kabar  bahwa korban ditemukan warga telah tewas di Pasar II, kawasan Tembung,” katanya.          Ramadius menjelaskan, bahwasanya korban selama empat bulan terakhir tinggal bersama orangtuanya di Jalan Bromo Gang Bahagia karena sering bertengkar dengan suaminya berinisial FP.

Namun selama ini mereka (korban dan FP tinggal di Pasar V Tembung). Karena sering berantem dengan suaminya, makanya korban kembali ke rumah orangtuanya.

Sebut Ramadius, FP sendiri  merupakan suami kedua korban. Mereka sudah 3 tahun berumah tangga. Dari suaminya yang sekarang ini (FP) mereka belum ada anak. Tapi dari suami pertama mempunyai tiga anak (1 laki-laki dan 2 perempuan) yang sudah dewasa. Tapi anak korban yang laki-laki sudah berumah tangga dan sudah punya anak.

Ditambahkan Ramadius, sebelumnya korban bersama FB pernah tinggal beberapa bulan di Jambi. “Disana tu (Jambi) korban sering mendapat perlakukan kasar. Bahkan korban dengan diam-diam pulang ke Medan karena habis dianiaya FP hingga babak belur,” ucap Ramadius.

Selain itu sebut Ramadius, tiga hari sebelum ditemukan meninggal, korban pernah mengatalan kalau dirinya pernah diancam FP mau digorok,”Takut aku kalau jumpa dia (FP) karena aku mau digoroknya,” kata Ramadius .

Atas terjadinya pembunuhan sadis  ini pihak keluarga korban berharap agar aparat kepolisian segera membekuk pelaku yang diduga dilakukan orang dekat korban.”Kami harap pihak kepolisian segera mungkin menangkapnya ,” kata keluarga korban.

Tidak berapa lama personil Polsek Percut Sei Tuan dan Tim Inafis Polrestabes Medan turun ke lokasi melakukan olah TKP.  Dari lokasi petugas menemukan barang bukti berupa gelang, cincin dan sepasang sendal jepit. Lalu, jasad korban di evakuasi ke RS Bhayangkara Polda Sumut guna di otopsi.   

  (A 01)
Berita Terkait
Berita Lainnya