,
28 Juli 2020 | dibaca: 240 Kali
Pengemin Sungai Merugi Puluhan Juta, Akibat Aliran Sungai Di Racun.
noeh21

Muba, Skandal​​​​​​

Ulah oknum orang yang tidak bertanggung jawab melakukan peracunan ikan di kanal milik PT. Muara Bungo yang airnya mengalir ke Sungai Petanang dengan menggunakan racun ikan di Kelurahan Suak Baru  Kecamatan Sekayu, Kabupten Muba, mengakibatkan kurang lebih 1 ton ikan  di sungai tersebut menjadi mati dan mengapung.

Akibat ulah dari oknum tersebut  ikan yang berada si sungai petanang yang dilelang pengemin sungai  mengalami kerugian mencapai puluhan juta.

Samsul rizal pengemin sungai Petanang mengatakan  awal mula matinya puluhan ton ikan yang berada di sungai miliknya pada Jumat malam (24/07/20) pagi harinya ia bersama keluarga mengecek corong ikan, sangat terkejut melihat ikan di corang sudah mengambang mengeluarkan bau busuk

Lanjut dia, setelah membersihkan ikan-ikan yang sudah mengapung dan mati di perkirakan berat kurang lebih satu ton, 

akan tetapi  pelaku peracunan ikan  terjadi lagi pada Minggu malam ( 26/07/20) sehingga ikan-ikan yang ada kembali mati dan didekat lokasi kami dapatkan 5 unit sepeda motor dan telah kami serahkan ke polsek," jelasnya.

Dengan kejadian ini kami mengalami kerugian puluhan juta, kami berharap pelaku peracunan segera ditangkap dan diberi tindakan tegas,” harapnya.


Mendapatkan laporan adanya peracunan ikan Plt Kepala Dinas  Perikanan kabupaten Muba Hendra Tris Tomi menerjunkan tim yang di komandoi kabid Sumberdaya Perikanan Eka di lokasi melakukan pemeriksaan terhadap ikan-ikan yang mati .

Dari beberapa jenis sample ikan yang di teliti  memang ikan yang mati tersebut disebabkan oleh racun terlihat dari kondisi tubuh berbau, ingsang tidak merah, dan mulut terbuka," Jelasnya.

Lurah Suak Baru Bastari di lokasi mengatakan ini akibat dari olah tangan jahil yang tidak bertanggung jawab, akibatnya dampak lingkungan ,mata pencarian warga, jadi terganggu akibat olah tangan jahil yang tidak bertanggung jawab, oleh karna itu mari kita secara bersama-sama kita usut ini dengan aparat hukum, ini sangat merugikan dan merusak tatanan lingkungan dan perkembangan semua jenis ikan menjadi mati," jelas lurah.
Berita Terkait
Berita Lainnya