,
07 Juli 2020 | dibaca: 148 Kali
PEMUDA TAMBUN BERSAMA KADES AIR TERJUN KECEWA ,PT SP HABISKAN TPU DAN DAS
noeh21



Pelalawan, Skandal

 Habiskan Aliran Sungai Kerumutan, PT Serikat Putra (SP) tak Pedulikan Kelestarian Dasar aliran Sungai (Das) ,PT Serikat Putra (SP).

Perusahaan itu diduga telah melakukan pelanggaran berat. Pasalnya, perusahaan perkebunan kelapa sawit ini, telah melanggar beberapa peraturan pemerintah yang seharusnya dijalankan dengan baik dan di taati.Bukan diabaikan.

Hasil investigasi awak media di lapangan dengan kepala desa juga beberapa pemuda, kondisi Sungai Kerumutan dan Sungai Air Terjun (Terujan) yang berada diwilayah Kecamatan tertua sebelum menjadi Kec Bandar Petalangan, Kabupaten Pelalawan, dulunya Kecamatan Bunut Kabupaten Kampar, saat ini sudah menjadi Kabupaten Pelalawan , Riau.

Sabtu ( 06/07/2020 ) saat ini Dasar aliran Sungai mengalami pendangkalan dan kerusakan, bahkan habitat air pun punah. Berbagai jenis ikan dan mahluk lainya
 Akibat sungai beberapa aliran menjadi kering dan berubah menjadi Perkebunan Kelapa sawit. Perusahaan raksasa yang saat ini tak satu pun aparat sanggup menindakinya, sehingga menjadi kebal hukum .

 Salah satu Pemuda Tambun yang tak asing lagi, Anto YS (43) tahun,  dulu ikut aksi Demo Pada tahun 2006/2007 untuk mempertahankan Hak hak masyarakat hingga kini belum juga selesai.

"Wajar saja saat ini perusahaan menanam pokok sawit di areal pekuburan lama sebelum masuknya  perusahaan, sudah duluan di pemakaman tersebut. Juga beberapa aliran sungai juga diduga kuat pendangkalan akibat resaban pokok sawit tersebut. Akibat ulah nakal perusahaan yang saat itu menebang hutan hingga kandas ke tepi bibir sungai tanpa menyisakaan sebagai hutan  penyangga pinggiran sungai dan melakukan aktifitas perkebunan kelapa sawit tanpa memperhatikan Daerah Aliran Sungai (DAS)," tuturnya.

Kita berharap kepada Pihak Dinas Terkait ,meminta ukur ulang lahan dan meminta kembali tinjau ulang Lahan permakaman (TPU )tua ,Juga Aliran sungai yang saat ini k
bakal hilang dan berubah jadi kanal, juga alih pungsi sungai Air terjun  jangan berdiam diri dan tutup mata. Kami  menangis saat ini .akibat perusahaan tak pedulikan pemakaman lama lama bukan satu lokasi tapi masih banyak lokasi permakaman lama yang tidak di indahkan.

Namun saat di konfirmasi kepada pihak Menager melalui Whayudi melalui WhstAppnya hingga pemberitaan ini di terbitkan belum bisa di hubungi dan terlihat hanya Conteng satu  tutupnya *(Khrul Anam).
Berita Terkait
Berita Lainnya