,
04 November 2019 | dibaca: 485 Kali
Pemko Siantar dan Pemkab Simalungun Siaga Satu Virus Hog Cholera
noeh21
Ket foto : Petugas Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Peternakan Pemkab Simalungun, Sumatera Utara, memeriksa kondisi kesehatan ternak babi warga di Kecamatan Purba.

Siantar, Skandal

Pemerintah Kota Pematangsiantar dan Pemerintah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, siaga satu penyeberan virus penyakit hewan pada babi atau hog cholera.

Meski dari hasil survey Balai Veteliner Medan, Pematangsiantar dan Simalungun masih aman penyebaran virus hog cholera sampai saat ini, namun peminat daging hewan babi secara drastis menurun di Pematangsiantar dan Simalungun. Upaya pencegahan tetap dilakukan oleh kedua Pemerintah Daerah tersebut.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemko Pematangsiantar mengeluarkan surat edaran sehubungan dengan adanya wabah penyakit hewan menular (Hog Cholera atau demam babi) pada ternak babi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu).
Dalam hal ini, surat edaran tertanggal 31 Oktober 2019 ini, pedagang ternak babi dihimbau dilarang mengedarkan atau memasarkan daging ternak babi yang terindikasi penyakit Hog Cholera ke pasar-pasar di Siantar.

Adapun indikasi hewan yang terserang virus hog Cholera  gejala-gejalanya bintik-bintik biru daerah kulit (kulit kerumunan).

Ali Akbar selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemko Siantar dalam suratnya ‘mengancam’ pedagang apabila tak mematuhi surat edaran tersebut.

“Apabila edaran ini tidak dilaksanakan dengan baik, maka dinas terkait akan memberikan tindakan tegas kepada pedagang,” tutupnya.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Peternakan Pemkab Simalungun Pardomuan Sijabat mengatakan, meski dari hasil survey Balai Veteliner Medan, Simalungun masih aman penyebaran virus hog cholera sampai saat ini, namun upaya pencegahan tetap dilakukan.

"Siaga satu penyebaran virus hog cholera, dengan meningkatkan upaya antisipasi penyebaran melalui sosialisasi rutin kepada peternak dan warga pemelihara hewan babi untuk menjaga kebersihan kandang saat di musim hujan," kata Pardomuan.

Pardomuan juga menghimbau pedagang atau peternak babi di Simalungun tidak membeli babi yang dijual dengan harga murah apalagi berasal dari luar daerah.

Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Peternakan Pemkab Simalungun tambah Pardomuan juga melakukan pemeriksaan kesehatan hewan secara rutin di sentra-sentra peternakan babi di Simalungun, seperti di Kecamatan Purba dan mengirim hasil pemeriksaannya ke Balai Veteliner Medan.

Salah seorang pedagang, R boru Sagala mengaku, akibat isu tersebut, peminat daging babi mulai menurun.

“Mulai sepi bang, padahal masalah Hog Cholera sebenarnya belum ada di Siantar,” tandasnya. (TH)
Berita Terkait
Berita Lainnya