,
12 November 2019 | dibaca: 805 Kali
Pemkab Rembang Gandeng UNY Seleksi CPNS 2019
noeh21
Sekretaris Daerah Rembang Subhakti dalam jumpa pers di Rumah Dinas Bupati Rembang, Senin (11/11).

Rembang, Skandal

Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019 ini sarana dan pra sarananya diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Rembang. Tetapi sistem seleksi tetap menginduk ke pemerintah pusat.

"Konsekuensinya, Pemerintah Kabupaten Rembang harus menggandeng perguruan tinggi, untuk mengadakan seleksi kompetensi dasar (SKD) maupun seleksi kompetensi bidang (SKB)," demikian diutarakan

Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang sekaligus Ketua Panitia Penerimaan CPNS tingkat Kabupaten, Subhakti dalam jumpa pers di Rimah Dinas Bupati, 11/11.

Dia  menjelaskan, pada awalnya menjajaki Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang. Kebetulan banyak daerah yang ternyata sudah menggandeng Udinus, sehingga dari sisi jadwal tidak memungkinkan. Pemkab kemudian beralih ke UNS Solo, tapi menghadapi kendala jadwal beriringan dengan kegiatan ulang tahun atau dies natalis kampus tersebut.

Selanjutnya, penjajakan bergeser menuju Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Setelah tim dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Rembang datang mengecek ke sana, akhirnya mantap memilih UNY. Hal itu setelah melihat kesiapan tempat dan jumlah komputer. Di UNY, jumlah komputer yang tersedia 330 unit.

“Penginnya sich di Rembang biar dekat. Tapi di sini nggak ada lokasi yang satu ruangan, memiliki banyak sarana komputer dan jaringan internet yang memadai. Makanya kelak ketika tes seleksi CPNS, untuk Kabupaten Rembang berlangsung di UNY Yogyakarta, “ kata Sekda didampingi Kepala BKD, Suparmin.

Sesuai jadwal, pendaftaran online antara tanggal 11 – 25 November 2019, pengumuman hasil seleksi administrasi 16 Desember 2019, masa sanggah 17-19 Desember 2019, pengumuman hasil sanggah 26 Desember 2019, pelaksanaan SKD bulan Februari 2020, pengumuman hasil SKD Maret 2020, pelaksanaan SKB Maret 2020 dan pengumuman akhir seleksi CPNS bulan April 2020.

Subhakti menambahkan formasi CPNS tahun 2019 yang resmi diumumkan hari Senin (11/11), Kabupaten Rembang mendapatkan alokasi 439 formasi, terdiri dari tenaga pendidikan 249 formasi, tenaga kesehatan 158 formasi dan tenaga teknis 32 formasi.

“Semula tadi mau diumumkan langsung oleh pak Bupati. Hanya saja pak Bupati mendadak harus layat, ada tetangganya di Pamotan yang meninggal dunia, “ tuturnya.

Ia mengingatkan masyarakat jangan mudah percaya, apabila ada yang membujuk rayu bisa meloloskan seleksi CPNS. Menurutnya, tidak ada titipan dan sogok menyogok, tetapi murni mengacu dengan hasil tes. Bahkan anaknya sendiri tahun lalu juga kandas di tengah jalan.

“Pengalaman tahun lalu, passing grade atau nilai ambang batas 143. Anak saya 142, gembor-gembor, nggak bisa ditulungi pak?, ora iso. Meski demikian masih saja ada warga yang kena glembuk, mohon masyarakat waspada, jangan ketipu, “ tandasnya.

Disinggung tentang syarat Index Prestasi Kumulatif (IPK), Subhakti memperinci peserta seleski CPNS wajib mengantongi IPK minimal 3,00. Hal itu sesuai dengan kesepakatan daerah-daerah se Jawa Tengah. Antara lulusan perguruan tinggi negeri dan swasta tidak dibedakan. (Sutrisno/Rbg).
Berita Terkait
Berita Lainnya