,
09 Juli 2020 | dibaca: 470 Kali
Pemilik CV WJ Diduga Lakukan Penyerobotan Tanah Bondo Deso Terban
noeh21


Skandal Kudus, 

Penyerobotan tanah Bondo Deso diduga oleh CV WJ di Desa Terban Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Jawa Tengah menuai kontra dengan pemilik tanah.
Tanah seluas 1.297 meter persegi di Desa Terban itu menjadi deretan panjang tentang persengketaan tanah di wilayah komplek perindustrian.

Oknum W adalah pemilik tanah di Desa Terban dengan leter C no 234 seluas 6.650 meter persegi yang pernah membeli tanah dari Karman Noto Sudarjo yang berleter C no 235 dengan luas 1800 meter persegi. Kebetulan berbatasan dengan tanah Milik (W ).





Di tanah yang berbatas berdampingan itu juga dengan luasan 1400 meter persegi yang kebetulan juga tanah tersebut milik tanah bondo deso Desa Terban.

Perkara tersebut viral di tengah masyarakat,dengan munculnya diterbitkan sertifikat HM 00729 dari BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kudus atas Nama ( R A ), anak dari (W) dengan luas tanah 9.647 meter persegi .

"Jika mana sertifikat ini muncul atas penggabungan tanah milik (W ) seluas 6650 dan tanah Karman yang di belinya 1800 meter persegi, maka luas tanah yang ada adalah 8450 meter persegi Cuma  
kenapa tanah HM seluas  9.647 meter persegi?"ujar salah satu pemuka Desa Terban dengan penuh tanda tanya.

Tanah Bondo Deso Desa Terban adalah seluas 1.297 meterpersegi, pernah ikut di setifikatkan menjadi tanah HM atas nama anak dari oknum (W) yang diduga lakukan penyerobotan tanah Bondo Deso itu.

Kemudian gegernya serobot serobotan tanah itu pada Rabu 8 Juli 2020 Kepala desa Terban Supeno berniat mengundang para awak media untuk mendengarkan pernyataan atas ketidak puasan  saat audensi di Aula polres Kudus pada bulan lalu yaitu tanggal 25 Juni 2020. Meski dalam audensi tidak dihadirkannya W selaku pembeli tanah.

" Tidak dihadirkannya Karman Noto Sudiryo selaku penjual tanah dari pihak BPN,menerangkan saat ukur tanah diambil dari model ukur satelit tidak diselaraskan dengan dasar leter C desa kemudian dari saksi batas tanah pengukuran pada waktu itu adalah (W) bukan warga disekitarnya,"ujar Kades Terban menirukan pernyataanya petugas dari BPN Kudus.

Kemudian Sunoto menambahkan,"Apakah benar pembeli tanah menjadi penunjuk saksi batas tanah yang di belinya,"
tanya Supeno penuh heran.

Bahkan, menurut Supeno yang pernah membuat surat ke BPN yang isinya bukan lagi permohonan, tetapi meminta ulang atas pengukuran tanah yang dikirim pada hari Senin tanggal 6 Juli 2020.

"Bersamaan itu juga  kebetulan ada dua orang perangkat Desa Terban mereka adalah Kusmanto,dan Abdul Khalim yang memenuhi pangilan dari Reskim p
Polres Kudus untuk di mintai keterangan atas batasan batasan tanah Bondo Deso Desa Terban. Ketua perangkat itu diminta keterangan oleh Polres Kudus adanya batasan tanah  yang ada sesuai di C, Desa yang ada serta sertifikat milik W yang baru adalah jelas melebihi ukuran, sehinga tanah Bondo Deso Desa Terban ikut masuk di dalam penyertifikatan tanahnya W,"Beber Supena di hadapan awak media.

Terkait ontran ontran Tanah sengketa Bondo Deso Desa Terban Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus Jawa Tenhah,oknum penyerobot tanah  W belum bisa di temui awak media karena pintu rumahnya selalu tertutup,bahkan konfirmasi via WApun tak pernah di respon apalagi sejumlah pemburu berita selalu minta keteranganya yang datang kerumahnya W selalu menghindar. (@lamsyah pwo kudus @jigjtg).
Berita Terkait
Berita Lainnya