,
07 Agustus 2019 | dibaca: 286 Kali
Nyaris Punah, Budaya Asli Mura Harus Dilestarikan
noeh21
Mura, Skandal

Dua Kebudayaan Asli Mura, Dialek Sindang dan Adat istiadat asli harus dilestarikan kebudayaan asli Kabupaten Musi Rawas (Mura)Provinsi Sumatera Selatan, yakni dialek Sindang dan Manuskrip nyaris punah.

Hal itu disebabkan karena dua kebudayaan itu mulai jarang digunakan.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Mura, Joko Supriyanto melalui Kabid Kebudayaan Hamam Santoso mengaku jika banyak warga Mura yang sudah malu menggunakan bahasa daerah.

Apalagi menurutnya, Dinas Pendidikan tak pula turut melestarikan dialek Sindang.
"Alasannya karena malu pakai bahasa daerah. Dari Diknas memang tidak diajarkan, meskipun itu memang bahasa daerah," urainya pada skandal Selasa diruang kerjanya (06/08/19).
Selain dialek Sindang, Disbudpar juga mengaku sudah sulit menemukan manuskrip, catatan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Manuskrip yang masuk kategori kebudayaan Kabupaten Mura biasanya berupa catatan di daun lontar.
"Manuskrip ini tidak ada lagi yang menyimpannya, jadi kami khawatir kebudayaan ini juga nyaris punah," katanya.

Ia menyebutkan, sesuai UU Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, tercatat ada 11 kebudayaan di Kabupaten Mura.

Selain dialek dan manuskrip, budaya lainnya di Mura meliputi adat istiadat, ritual, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, kesenian, permainan rakyat, olahraga tradiosional, dan cagar budaya.
"Seluruh aset budaya ini akan kita data dan inventarisir, lalu akan kita bawa ke Kongres Kebudayaan ke-100 di Solo, Jawa Tengah," akunya.

Pendataan dimulai bulan ini dengan melibatkan 15 orang yang terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh kebudayaan, dan tokoh adat. Menurutnya, pendataan ini sangat penting untuk mengetahui masih atau tidaknya kebudayaan tersebut di Kabupaten Mura.

"Dari 11 kebudayaan itu akan kita cek dan ditargetkan akhir Insyaallah Agustus sudah selesai. Setelah itu akan kita kirimkan ke Kemendikbud untuk didaftarkan," akhir Hamam.(ed)
Berita Terkait
Berita Lainnya