,
22 April 2018 | dibaca: 117 Kali
Menderita Epilepsi, Andre Meninggal Saat Mendaki Gunung Rinjani
noeh21
Skandal NTB: 

Andre Yani, 21, mahasiswa Universitas Islam Indonesia, Mataram, NTB, meninggal dunia saat mendaki Gunung Rinjani. Korban mengalami kram menggigil kedinginan.

​​​​​​

Informasi yang diperoleh, Andre bersama tujuh temannya, seperti Zulkifli, Aldi, Zail, Ilham, Gilang, dan Ojik.

Mereka berangkat dari  Sembalun atau Jalur pendakian Bawak Nao dengan program pendakian tiga malam.  Di hari terakhir, Sabtu, 21 April 2018, rombongan kembali menuju Sembalun.

 Di tengah perjalanan antara pos tiga dan pos dua, tiba - tiba korban mengalami kram dan mengigil, sehingga petugasl pendakian yang ada di pos Pelawangan dan pos dua memberikan informasi ke kantor TNGR RESORT Sembalun, yang  mengirimkan Tim Medis,  Dokter Dedi dan perawat Muslihadi .

Setelah tiba di pos, dua korban sempat di beri pertolongan pertama. Namun jiwa korban tidak bisa tertolong,  sehingga Tim langsung melakukan evakuasi korban yang masih di pos dua.

Menurut Dokter Dedi, (dokter di puskeamas sembalun) korban di duga mengidap Epilepsi. "Sudah dua hari  jantung korban tidak berdetak dan denyut nadi tidak ada. Hanya buih busa yang keluar dari mulut korban," tuturnya.

Dokter mencoba melakukan tindakan pompa jantung sekitar 30 detik. Sayang jiwa korban tidak dapat tertolong.

 Pihak Kepolisian Sektor Sembalun bersama anggota mengawal penjemputan mayat atau jenazah di jalur pendakian SKE. Mayat korban langsung di bawa ke rumah korban di Mataram dan dilserahkan oleh petugas TNGR RESORT SEMBALUN. (@mien).
Berita Terkait
Berita Lainnya