,
14 Februari 2019 | dibaca: 635 Kali
Makin Santer, Oknum Pejabat Kendal diisukan terlibat Narkoba.    
noeh21
Kendal, Skandal

Isu adanya oknum pejabat Kendal yang diduga terlibat Narkoba  kabarnya semakin santer menerabas di Kabupaten Kendal. 

Bahkan seorang mantan Pejabat Kendal, mensinyalir  Isu itu bisa benar,.karena infonya di Limbangan, oknumnya  sudah  dilepas.

"Tadi malam ada di Limbangan. Orang se-Kendal sudah  tahu , karena anake tokoh sedang diamati. Mungkin panjenengan gak boleh memberitakan," ungkap sumber berbisik pada Skandal.

Pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kendal , Wahyu saat dikonfirmasi, justru tidak tahu menahu kasus tersebut. "BNNK Kendal tidak menangani  kasus tersebut , untuk info yang lain,saya  tidak tahu," ujarnya.

Hal sama disampaikan Bagian Penindakan BNN Propinsi Jateng, AKBP Sunarto yang mengaku tidak menanganinya.

"BNN Propinsi Jateng nggak tangani," ujar perwira menengah bidang penindakan ini.

Sekda Kendal, M. Toha juga tidak tahu kasus tersebut. "Saya malah ndak tahu pak," tuturnya.

Di tempat terpisah, Ketua Pergerakan Anti Nafza Nusantara ( PANNA)  Jateng, Edy Yuliyanto menyesalkan jika benar kasus tersebut. Sebab pejabat publik sebagai aparatur negara yang menjadi panutan masyarakat seharusnya mentaati hukum.

"Narkoba adalah merusak kehidupan bernegara dan harus diberantas," tegas Edy.

Padahal, Indonesia bersih dari Narkoba adalah bagian dari maksud dan tujuan Pergerakan Anti Napza Nusantara (PANNA), sehingga negara harus diselamatkan dari bahaya peredaran Narkoba.  

"Kami  sangat prihatin dengan pejabat pemakai.Makanya harus  ditindak tegas untuk diproses hukum sesuai dengan UU Psichotropika.  Siapapun harus ditindak tegas agar tidak menghancurkan Generasi Muda bangsa.," ujar satgas anti narkoba tersebut.

Dalam pantauan Media ini, isu semakin santernya oknum pejabat yang bertugas di Disnakertrans Kendal yang diduga terlibat Narkoba ini telah menjadi buah bibir di kalangan PNS dan masyarakat Kendal selama pekan ini. Namun hingga kini, kasus tersebut masih simpang siur. (TIM)
Berita Terkait
Berita Lainnya