,
08 Mei 2019 | dibaca: 1314 Kali
LSM LGMI JEPARA PANTAU PROYEK ASAL ASALAN 
noeh21


Jepara skandal

Aktivis LSM LGMI (Lembaga Garuda Merah Indonesia) Jepara yang mengaku Dodik  melakukan pemantauan soal minimnya pengawasan terhadap pelaksanaan proyek di Kabupaten Jepara Jawa Tengah.

Pembangunan tersebut menjadi penyebab kurang maksimalnya kualitas hasil pekerjaan pembangunan saat ini.

Aktivis berperawakan kurus namun pemberani itu mencontohkan proyek Jaringan Irigasi Tani Mulyo di Desa Slagi Kecamatan Mlonggo yang ditinjau  langsung. 

Dalam fakta, pengerjaan proyek tersebut kurang maksimal dan dalam pengerjaannya terkesan asal - asalan. 

Toni membeberkan semua temuannya tersebut di Seketariat LGMI belum lama ini bersama awak media online.

"Contohnya saja saat saya meninjau proyek jaringan irigasi Tani Mulyo Desa Slagi, pekerjaan hanya asal - asalan, bisa di lihat dari hasil pengecoran saluran irigasi yang tidak keseluruhan tampak masih terlihat rangka besinya," beber Dodik.

Ia menceritakan alasan pekerja proyek karena Begisting (cetakan) yang ada kurang tinggi sehingga harus di lakukan dua kali pengecoran. Hal itu ia bantah, seharusnya dalam metode pelaksanaan pekerjaan pengecoran dilakukan satu kali, mengingat tinggi dari beton tidak lebih dari satu meter sehingga pengecoran bisa langsung di lakukan satu kali agar mendapat kualitas beton yang bagus

"Tingginya tidak sampai satu meter, dalam metode pelaksanaan harus nya langsung dicor satu kali tidak perlu di lakukan dua kali sambungan cor agar nantinya kualitas beton bagus dan terlihat rapi, apalagi dalam Rincian Anggaran Biaya (RAB) Begisting sudah dianggarkan, jangan jadikan alasan," tuturnya.

Selain itu dalam kegiatan proyek tersebut juga tidak di sertai dengan papan informasi proyek, sehingga tidak diketahui nilai proyek dan batas waktu pengerjaan serta spesifikasi kegiatan proyek tersebut.

Menurutnya, setiap pekerjaan harus di sertai informasi agar masyarakat mengetahui dan bisa ikut mengawasi kegiatan tersebut

"Saya juga tidak melihat ada papan informasi proyek, padahal papan informasi sebagai bentuk transparansi anggaran pemerintah untuk setiap pengadaan barang dan jasa" tambahnya

Melihat hal tersebut, ia langsung melakukan pengaduan kepada dinas terkait agar permasalahan tersebut mendapat perhatian.

Dia berharap agar nantinya dinas terkait melakukan pengawasan secara optimal agar kualitas pekerjaan semakin baik.

"Sudah saya laporkan ke dinas terkait, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut" ujarnya dengan geram. ( Rif'an.m jawul/@jie449 )
Berita Terkait
Berita Lainnya