,
16 Juli 2020 | dibaca: 261 Kali
KORUPSI DD WANGUNREJO BAKAL DI DEMO RATUSAN WARGA.
noeh21


Skandal, Pati

Dana Desa yang digelontorkan pemerintah pusat melalui APBN selanjutnya disalurkan ke seluruh desa desa, termasuk Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah menuai konflik di tengah masyarakat.

Pajak rakyat yang di gelontorkan di Desa Wangunrejo justru menjadi konflik baru: Dana Desa tahun anggaran 2019 diduga jadi ajang bancaan oleh oknum pemerintah desa setempat. Bahkan LPJ (laporan pertanggung jawaban)nya terkesan di sembunyikan oleh pihak Pemdes.

Kurangnya transparansi anggaran membuat warga perumahan Taman Mutiara Persada turut Desa Wangunrejo ditirikan dari pemerataan pembangunan desa, hingga membuat geram dengan pihak pemerintah desa. Sebab para tokoh perumahan itu awalnya menanyakan untuk apa saja anggaran Dana Desa miliaran rupiah itu.

Tinggal waktu 3 hari saja warga perumahan Taman Mutiara Persada itu hingga nekat membuat aksi demo besar besaran yang dilakukan besuk hari, Dabtu tanggal 18 Juli 2020 mendatang. Demo dan aksi itu diprediksi bakal memacetkan arus lalulintas di Jalan Pantura, Jalan Raya Pati Kudus Semarang.

Viralnya lagi sejumlah oknum pemerintah desa meradang, bahkan kebingungan merengek rengek kepada warganya agar tak berdemo dan tak membuat malu pemerintah desa.Namun warga TMP itu justru ngotot dan tersinggung, karena merasa dihina oleh oknum EK Kepala Dusun /Kamituwo dukuh sudo yang menyebut tindakan warga perumahan (TMP) yang rencana lakukan aksi demo dituduh Kamituo sebagai tindakan arogan, seperti  preman.

Terungkapnya kalimat itu WA di medsos antara EK dengan salah satu anggota BPD Desa wangunrejo.

Aksi yang bakal di gelar 18 juli itu melibatkan ratusan warga perumahan TMP(taman mutiara persada) turun ke jalan di bawah koordinator aksi dan penanggung jawab demo Teguh Istiyanto,Sanusi,Agung.HAdi Sunyoto dan Irmawan Sucianto. Kelimanya adalah warga Perumahan Taman Mutiara p
Persada Kaliampo Wangunrejo.Margorejo Pati.Jawa Tengah.

Kasus itu berawal saat warga perumahan  dikucilkan dari pemerataan pembangunan desa yang di ambil dari Dana Desa. Kemudian warga perumahan konfirmasi kepada kepala desa Wangunrejo, Ali Nurkamid.

Konfirmasi warga perumahan adalah mengenai pemerataan anggaran dari Dana Desa,namun hal itu di jawab berbeli belit dan di ping pong oleh Kades Wangunrejo yang juga mantan reserse.

Sementara Badan permusyawaratan desa yang pada tahun 2013 sampai 2019 di bawah pentolan Sukirman .S.Pd yang juga guru pada sekolah Dasar itu tak pernah memihak ataupun membela rakyatnya.Bahkan di duga sang pengajar itu ikut bermain main pada anggaran dari Dana Desa.

Sebab wakilnya BPD ES juga tersandung kasus pungli pembelian tanah oleh jarum yang sampai saat ini kasusnya masih membelit ES. 

“Memang betul BPD periode 2013-2019 tak bisa menunjukan kinerja yang benar membela rakyat justru ikut bermain main pada proyek Dana Desa itu,” terang T.Istiyanto penanggung jawab pada aksi 18 Juli pekan mendatang saat di warung kerang Ngantru.

Kemudian Anton Sugiman, koordinator LSM PKP (pemantau korupsi dan pemerintahan) berkesimpulan keuangan Desa Wangunrejo tahun 2019 secara hukum harus di pertanggung jawabkan melalui LKPJ. Pensiunan Humas Pati itu mendukung penuh dalam aksi 18 juli pekan mendatang.

Seperti Sanusi tokoh masyarakat perumahan taman mutiara persada mengatakan.”Dari keuangan Desa wangunrejo tahun 2019 dari data yang di dapat.ADD (Rp 347.134.000) DD.(Rp 945.175.000.) PAD.(Rp 216.300.000) Bagi hasil pajak ( Rp 28.937.401) Bantuan keuangan kabupaten (Rp 776.000.000)dan Bantuan keuangan provinsi (Rp 255.000.000). Semua di total mencapai Rp 2.568.546. (2 milyar lebih) namun sampai hari ini pihak kades tidak bisa mempertanggung jawabkan hal itu”

Agung juga mengaku aksi demo 18 juli pekan mendatang adalah bentuk demokrasi yang cerdas menyuarakan pendapat di muka umum,”aksi 18 Juli di dukung penuh tokoh masyarakat dari 3 dukuh,”ujarnya. (Timpwo jateng)
Berita Terkait
Berita Lainnya