,
31 Juli 2019 | dibaca: 422 Kali
Ketua PWO Maluku Nilai Isu Suap  di  Pemda Malra  Hoax.
noeh21

Skandal.Langgur 

Ketua Perkumpulan Wartawan Online  (PWO) Maluku, Buce Rahakbauw meminta seluruh rekan rekan media baik cetak, online dan eloktronik, dapat melakukan pemberitaan yang berimbang sesuai tuntutan kode etik jurnalistik.

"Kita semua tahu Kode Etik itu guiden kita dalam menjalankan profesi kita sebagai jurnalis," jelas Rahakbauw. 


Imbauan itu disampaikan menyusul adanya isu ASN yang melakukan suap demi jabatan. "Ternyata, setelah saya selidiki itu hoax," jelasnya.

Karena itu, menurut dia, alangkah baiknya sebelum memberitan setiap jurnalis harus mericek kevalidan data, hingga tidak terjebak UTE.

"Karena tugas kita adalah mempublikasi kinerja  pemerintah, TNI Polri. Jadi, selain mengawasi, kita juga mempromosikan," ujarnya. 

Dia berharap pers jangan selalu memberitakan tanp konfirmasi..

Rahakbauw menceritakan saat dirinya konsultasi dengan Sekda Kabupaten Malra Drs M.Teslatu M.Si. "Beliah juga kaget atas informasi bahwa Bupati mau disuap oleh salah satu ASN di lingkup Pemda Malra," tuturnya
 
Namun setelah dikonfirmasi ke beberapa rekan jurnalis bahwa isu itu tidak benar alias Hoax, barulah Sekda memahami.

"Jadi kalau ada isu bahwa ada ASN yang mau suap  Bupati untuk jabatan, itu tidak benar," tegasnya berulang-ulang. (Ian)
Berita Terkait
Berita Lainnya