,
20 Juli 2018 | dibaca: 406 Kali
Ketua KPI Apresiasi Anugerah Jurnalistik
noeh21

Jaksrta, Skandal.

Dalam rangka Anugrah Jurnalistik Polisi, Mabes Polri dalam hal ini Divisi Humas mengumumkan para Pemenang lomba yang terdiri dari Lomba Karya Jurnalistik, Lomba Foto dan Lomba Komik yang dilaksanakan di Gandaria City, Jakarta pada Rabu Malam (18/07)

Dalam sambutannya Ketua KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) Yuliandre Darwis,Ph.D mengungkapkan atas nama dewan juri mengawali proses yang cukup panjang, karena berbeda penjurian dalam sebuah beauty kontes yang secara visual bisa kita liat langsung. 

"Sedang lomba Jurnalistik agak repot, karena media cetak ini harus dibaca. Jadi mata kami sebagai Juri termasuk Dewan Pers dan rekan juri lainnya seakan-akan mata sudah merah,suasana AC hotel yang cukup dingin seharian penuh disana,karena begitu banyak karya yang dinilai,belum lagi dari segi hal yang broad casting yang kita lihat secara visual dan kita ulang kembali untuk kita tonton,tapi kami yakin inilah karya-karya terbaik yang dipersembahkan oleh media yang ada di Republik ini, " tutur Andre.

Dia mints maaf jika dalam penilaian harus ada yang di umumkan yang terbaik, dan dalam momentum itu hanya ini yang bisa di lihat secara visual dan dibaca secara tekstual. 

"Itulah yang terbaik, kalau ada yang merasa kurang atau merasa perlu dikritisi, anggaplah ini sebuah proses sebuah kematangan dan kesempurnaan dalam sebuah hasil karya," tandasnya 

Menurut dia, dewan juri ini memberikan  kewenangan sepenuh oada Polri. Sebab juri menilai secara unsur testimologis dari segi kebenaran dan dari segi ongkologis hal yang realitas dan mengandung makna aksiologis, yaitu mengandung suatu nilai, ada suatu value yang dihasilkan dalam sebuah karya, tidak serta merta hanya sebuah estetika serta merta naratif yang terukur dengan baik dalam sebuah kode etik Jurnalistik, tapi ada value, ada suatu nilai atau impac yang membawa Civil society melihatnya membawa suatu kesejukan dalam topik Pilkada Damai 2018," tutur Andre.

Dia juga mengucapkan selamat untuk para pemenang, selamat menikmati hasil. Dia berharap semoga siapa pun yang terpilih langsung sepenuhnya diserahkan kepada Polri, hingga sumber daya manusia yang terpilih menjadi sebuah catatan khusus untuk membantu Polri dalam hal kebaikan karya.

Andre juga menambahkan Komisi Penyiaran Indonesia memahami bagaimana berkembangnya SDM Pers yang semakin lama semakin lebih baik. Tetapi dengan adanya apresiasi yang dilaksanakan oleh Polri, tentu mentriger  banyak karya  terbaik anak bangsa, khususnya insan pers yang harus kita hargai, menceritakan sebuah narasi bagaimana mengebabolarasi sebuah kata-kata dan kalimat serta visual yang disampaikan kepada masyarakat sehingga  bermanfaat, tidak membawa kegaduhan, walaupun hiruk pikuknya berbeda pikiran, ide dan gagasan tidak rusak dengan sebuah hasil karya.

"Malah menyatukan, inilah spiritnya. Ini harus diteruskan, karena  banyak seluruh nusantara, tidak hanya Jakarta Centris ataupun Jawa Centris, tapi hampir seluruh nusantara berkontribusi untuk mengirimkan sebuah hasil karyanya. Banyak juga orang-orang yang daerah menghasilkan sebuah hasil karya yang baik, sebagaimana kita liat tadi para pemenangnya media-media besar," bebernya.

Tapi, dengan keberadaan media-media di pelosok yang membangun narasi-narasi kebangsaan dan nasionalisme khususnya dalam Oilkada 2018 inilah spirit yang harus kita bangun, kami sangat mengapresiasi kepada Div Humas Mabes Polri agar ini tetap konsisten. Kami berharap ini bisa memunculkan resonansi kepada institusi-institusi lain untuk insan Jurnalis," ujar Yuliandre Darwis yang juga pakar komunikasi Indonesia mengakhiri.

Tampak hadir Dalam hal tersebut Kadiv Humas Mabes Polri Irjenpol Setyo Wasisto, Kapuspen TNI Mayjen TNI Fadhillah, Pimpinan Sponsor seperti BRI, Pertamina dan Gandaria City serta pimpinan Awak media yang mengikuti Lomba. (Megy)
Berita Terkait
Berita Lainnya