,
21 Mei 2020 | dibaca: 513 Kali
Ketua Fraksi Gerindra Kunjungi Panti Asuhan ABK Bhakti Luhur Susteran Alma
noeh21
Moses yang tidak melihat, tapi piawai memainkan piano


Malra, Skandal

Ketua Fraksi Gerindra Willy Lefteuw mengunjungi Susteran Alma Pantai Asuhan ABK Bhakti Luhur  di Ohoi Gelanit Kecamatan Kei Kecil kab Malra, siang tadi, 21/5.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Fraksi Gerindra Willy Lefteuw juga menyediakan sembilan bahan pokok sembako dan  masker kepada 17 anak pantai asuhan.

Cacat tidak menjadikan keterbatasan. Anak ini pandai memainkan piano

Tiba di pintu gerbang Susteran Alma, rombpngan mendapat sambutan ceria oleh salah satu warga panti asuhan Moses Fofid 

Saat tiba, Lefteuw di pintu masuk Susteran Alma Bhakti luhur, Lefteuw disambut  Moses yang cacat seumur hidup. Dia bertanya, Bapak mau lagu apa, biar saya menyanyi.

Tanpa disadari, Lefteuw langsung menangis. Air matanya bercucuran, saat Moses memainkan dentingan piano. Suaranya sangat pas, mengaduk-aduk emosional Ketua Fraksi Gerinda DPRD Kab Malra.

Dia langsung mendorong Moses yang sementara duduk di kursi roda langsung
diantar masuk ke dalam ruangan.

Dari 17 anak pantai asuhan ini ada yang tidak memiliki kedua orang tua. Ada juga  yang memiliki ayah, tapi tidak memiliki ibu. Begitupun sebaliknya.





Meskipun tidak melihat, ,tapi Moses punya kelebihan mampu bermain orgen. Tangannya begitu lincah memaikan tuts organ.

Ada yang tidak bisa berjalan, tapi selalu di iringi dengan senandung lagu pop maupun rohani. Bahkan juga lagu lagu daerah.

Setelah tiba di dalam ruangan, lefteuw sempat menanyakan kepada anak anak, bahkan petugas Susteran Alma. Dia mempertanyakan di mana ibu suster. Mereka menjawab ibu lagi kluar kota.

Karena ibu suster keluar kota, tak lama kemudian tim Lefteuw  membawa sembilan bahan pokok dan masker untuk menyerakan kepada salah satu ibu dan di saksikan langsung oleh 17 anak pantai asuhan Susteran Alma.

Itupun sebelum penyerahan sembako, Moses bersama rekan rekan menyanyi sambil menghibur semua 

Lefteuw mengaku tersentuh melihat 17 ansk panti asuhan yang menyanyi sambil menangis tersedu-sedu. Dia tak lupa mempersiapkan 17 buah amplop dan  menyerakan satu persatu.

"Sungguh luar biasa, walau  tak punya orang tua, bahkan juga yang cacat seumur hidup, mampu melatunkan lagu dengan lembunta..

"Ini yang buat saya tak habis pikir. Mereka dijaga  dan dirawat, dijaga dengan baik. Mereka selalu berpakaian  rapi, bahkan sangat sopan santun kepada siapa saja," jelasnya.

Lefteuw berharap semoga Tuhan slalu senantiasa memberkati ke 17 anak pantai asuhan Susteran Alma Bhakti Luhur serta juga ibu suster, para perawat, mendapat berkah dari Tuhan. (***)
Berita Terkait
Berita Lainnya