,
19 Oktober 2019 | dibaca: 1035 Kali
KEMBAALI SATU WARGA DESA LELENGLUAN DISERANG BUAYA
noeh21


Saumlaki , Skandal

Seorang warga Desa Lelingluan hampir tak tertolong nyawanya saat di serang seekor buaya di Desa Lelengluan Kecamatan Tanimbar Utara Kabupaten Kepulauan Tanimbar Provinsi Maluku

Kejadian ini bermula saat korban Frans Waturu pegi melaut untuk menyelam pada Kamis malam untuk memasang ( memanah ikan) kira-kira pukul 21:30  WIT di pantai bagian utara Desa Lelingluan. Tiba-tiba di serang seekor buaya hingga mengalami luka robek yang cukup serius di bagian wajah dan punggung .

Sesuai informasi yang  dari ponakan kandungnya Tina Waturu melalui sambungan telpon.





Tina mengatakan, korban pergi untuk memanah ikan pada malam Kamis di depan kampung saja. Namun karena mungkin  hasil belum cukup banyak, koban mencari dan berenang terus ke bagian utara kira - kira 500 meter dari  pemukiman warga, tepat di bagian Menang Leka ( nama  lokasi Tkp ).

Saat menylam atau molo, tiba  - tiba diserang seekor buaya yang  mencakar dan menerkamnya hingga sebagian tubuh telah masuk dalam mulut buaya. Namun keberuntungan nasib masi berpihak pada Frans hingga dapat lolos dari maut.  

Tina menuturkan, saat sebagian kepala dan tubuh berada dalam mulut buaya, Frans berusaha untuk melepaskan diri dari mulut buaya dengan cara membuka mulut buaya dengan tengannya sendiri, hingga akhirnya  berasil keluar atau lolos dari mulut buaya tersebut.

Menurut Tina, saat korban menyelam air laut masih dangkal. Korban masih bisa berdiri dan dapat menginjakan kaki didasar laut, sehingga tenaga masih bisa kuat untuk melawan buaya tersebut hingga bisa lolos dari cengkraman maut buaya.

Setelah lolos. korban lansung bergegas ke darat dan pulang ke rumah. Setelah sampai di rumah korban langsung memanggil ponakannya Tina,

Saat Tina dipanggil oleh korban Tina sedang mnonton TV. Namun setelah Tina mendengar suara korban, Tina lansung bergegas menemui korban disaat korban tidak berdaya lagi, namun korban masi dapat berkomunikasi.

Saat Tina melihat kondisi pamannya yang telah bersembah darah itu, Tima ingin memanggil mantri namun keluarga langsung mengambil alih mengantakan korban ke Rumah Sakit Anak Tototi Larat untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

"Kejadian ini sebenarnya sudah terjadi kedua kalinya, yang pertama terjadi pada seorang warga ,namun  dia hanya  dipukul oleh ekor buaya di lokasi yang sama dan luka - luka lai tapi seng terlalu parah nah yang kedua ini yang paling parah dia punya  luka -  Luka," tutur Tina.

Mungkin karena dicakar dan digigit tapi karena masih dangkal jadi korban bisa berdiri dan melawan akhinya korban selamat meski penuh luka - luka cakar 
Korban saat ini sementara di rawat di RSU anaktototy larat dan korban mendapat 88 jahitan.

Kejadian ini sudah banyak terjadi di KKT sehingga diharapkan kepada masyarakat setempat jangan melaut di malam hari sendirian. Tapi harus dua atau tiga orang sehingga bisa satu dapat menolong yang lainnya.

Kjadian seperti ini bisa menimpa siapa saja dan kapan saja bisa terjadi. "Saya harap warga desa lelingluan berhati-hati  saat ke laut karena kejadian ini sudah berulang-ulang terjadi." harapnya
Berita Terkait
Berita Lainnya