,
18 Februari 2021 | dibaca: 125 Kali
Kades Korleko Tegas Membantah Tuduhan Persengkongkolan "KONGKALIKONG" Dengan Kejaksaan Dan Inspektorat Lotim.
noeh21
Wildan Kades Korleko Induk Perlihatkan Bukti Pengembalian.
NTB - tabloidskandal.com.
Kepala Desa Korleko Induk WILDAN, S.Pd Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur, NTB membantah secara tegas terkait dengan tudingan dugaan persengkongkolan "KONGKALIKONG" dengan pihak Kejaksaan Negeri Selong dan Inspektorat Lombok Timur yang sempat terpublikasi disalah satu media baru-baru ini.
 
Kepala Desa Korleko induk menegaskan, satu rupiahpun saya tidak pernah memberikan pihak kejaksaan maupun Inspektorat Lombok Timur untuk menyuapnya dan saya berani bersumpah "Demi Allah" Tuhan Yang Maha Mengetahui segalanya kalau saya menyuap kejaksaan maupun Inspektorat Lombok Timur, ujarnya saat di konfimasi wartawan tabloidskandal.com di kantornya Kamis, 18 Februari 2021.
 
Kami diaudit atau diperiksa secara khusus oleh Inspektorat Lotim pada waktu itu pada 2018 dengan Nomor LHP : 740.04/17.K/IRT/2019, hasil audit khusus pengelolaan keuangan Desa Korleko Tahun 2018 Tanggal 11 Mei 2019.
 
Wildan juga menyatakan ada temuan saat diaudit yaitu pada pekerjaan rabat beton mengenai kekurangan volume dan kemahalan harga matrial senilai Rp 1.275.481,41 dan juga pada pekerjaan plat beton dan temuannya juga sama yaitu kekurangan volume dan kemahalan harga matrial senilai Rp 2.709.221.38, kemudian pekerjaan pembangunan perpustakaan Desa Korleko senilai Rp 22.283.436.12, sehingga jumlah total semuanya adalah Rp 26.268.139, dan kami disuruh mengembalikan oleh Inspektorat dan kami sudah selesai dengan lunas pengembaliannya dan kesalahan itu tidak kami lakukan dengan unsur kesengajaan atau dibuat-buat, tegasnya.
 
Kami sudah mengembalikan sesuai dengan jumlah temuan hasil audit khusus sebesar Rp 26.268.139 sambil memperlihatkan bukti pengembaliannya, sehingga pihak kejaksaan juga tidak melanjutkannya.
 
Wildan juga mengatakan sangat menyayangkan kepada sikap wartawan salah-satu media yang menulis berita secara sepihak dan tidak ada konfirmasi dengan kami, langsung mempublikasikan beritanya tanpa konfirmasi, pungkasnya.
 
Sekdes Desa Korleko induk Mawardi, S.Pd juga menyayangkan pemberitaan yang tanpa melakukan konfirmasi ke kami, agar beritanya berimbang dan adil, ungkapnya.
 
Ia juga mengatakan kami selalu welcome kok siapa saja yang datang lebih-lebih teman insan pers, kami sangat senang bisa dapat informasi terkait tentang Desa, tambahnya.
 
Sedangkan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Selong Lalu M. Rasyidi saat di konfirmasi media di ruang kerjanya menyatakan laporan kasus atas dugaan korupsi Oknum Kades Korleko induk sebenarnya pihak Kejaksaan Selong sudah lakukan tindak lanjut, tapi dari LHP Inspektorat Lotim semua temuan yang ada sudah dikembalikan, sehingga tidak dilanjutkan.
 
Berbeda dengan Kasi Pidsus Wasita, SH menyatakan satu rupiahpun juga namanya tetap korupsi, hanya selalu dipertimbangkan, ungkapnya saat ditemui wartawan.
 
Sedangkan Pihak Inspektorat Lotim dalam hal ini Sekdis Inspektorat belum bisa di konfirmasi karena agendanya sedang rapat di kantor Bupati, saat dihubungi melalui ponselnya.
M. Amin
Berita Terkait
Berita Lainnya