,
21 Januari 2020 | dibaca: 847 Kali
Jalan Marek II Lubuklinggau Belum Rampung
noeh21
Umar, warga Jalanarek II
Lubuklinggau, Skandal

Pekerjaan pembangunan  Jalan Marek II tahun 2019 sampai memasuki tahun 2020 belum juga selesai. Akibatnya masyarakat belum bisa menggunakan jalan itu karena  akses menuju lokasi pekerjaan di portal oknum warga di Kecamatan Lubuklinggau Timur 2 Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan.           




     
​​​​​​ Salah satu pemilik lahan di sekitar areal pekerjaan tidak memperbolehkan untuk lewat atau melintas jalan tersebut. Akibatnya, pekerjaan proyek objek vital yang dikerjakan itu sudah selesai tapi belum bisa dimanfaatkan kan masyarakat .

Ketua RT 07 Sukarman ketika dikonfirmasi skandal membenarkan banyak hambatan transportasi masyarakat yang sampai sekarang portal di jalan tersebut belum dibuka.

“Kami berharap kepada pihak PU segera mengundang pemilik lahan  untuk mengadakan mediasi  ” harapnya Selasa (08/12/2019) yang lalu di kediamanya. Ini terbukti ketika Skandal mengkroscek ke lapangan masih berdiri tegak portal yang bermerek itu.



Asri, Kadis PU Lubuklinggau

Kepala Dinas Pekerjaan umum, Kota Lubuklinggau Asril yang didampingi Deki selaku PPK kepada media ini saat Konfirmasi  bersama Fendi LSM pucuk di kantornya Selasa(21/01/2020) mengungkapkan tanah itu sudah beli oleh warga. Berrtahun-tahun jalan itu menjadi akses yang digunakan masyarakat. 

Lagipula, jalan itu tidak ada masalah, sesuai dengan usulan masyarakat melalui tahapan-tahapan mekanisme sehingga jalan Marek ll sudah selesai dikerjakan 100 persen.

Meski rampung, tapi menyembul ada masalah kenapa sebelumnya tidak diklaim lahan itu oleh orang tersebut.

Bahkan, walau mediasi sudah dilakukan, kata Asril, tapi belum menemukan kesepakatan karena yang memortalkan jalan tersebut minta  100 juta sembari membeberkan bukti-bukti sertifikat kepemilikan bahwa tanah tersebut dibeli dengan orang tuanya yang sekarang sudah meninggal.

Anaknya selaku ahli waris tidak pernah tahu bahwa tanah itu sudah dijual, sudah dihadirkan antara dan pembeli tapi anaknya tidak mengakui. "Saksinya orang BPN," bebernya. 

Namun  Asril masih mengharapkan solusi melalui camat dan kelurahan. "Kami minta tolong kepada Skandal membantu mengklirkan masalah ini dan dia mengakui negatifnya memang belum selesai masalahnya," ujarnya.

Usman, warga Jalan Marek II, meminta agar diadakan mediasi kembali  dengan mediator pihak yang bersengketa. “Untuk segera mengoperasi jalan di portal itu,demi kelancaran kami masyarakat beraktifitas," pintanya.(ed).
Berita Terkait
Berita Lainnya