,
20 November 2019 | dibaca: 458 Kali
Jadera Menilai Keterlambatan Pemakaran Daerah Otonomi Karena Presiden belum mencabut Merotorium. 
noeh21


Jakarta, Skandal

Ketua Pusat Perjuangan Pemakaran Kabupaten Tanimbar Utara, Hanok Jadera  menyebutkan UU No 23 tentang Pemekaran daerah Otonomi sangat jelas.  

"Jadi buat apa  main gantung gantungan," paparnya saat dihubungi via selulernya hari ini, 20/11.





Menurut Jadera, semua dokumen Tanimbar Utara sudah memenuhi persyaratan dan mekanisme sesuai aturan. 

"Kami selalu patuhi semua mekanisme dalam perjuangan. Jadi saya tidak banyak berkomentar,' lanjutnya. 

Jadera mengingatkan  janji Presiden RI terkait dengan visi misi untuk memekarkan Daerah Daerah Otonomi. Sebab  satu daerah di mekarkan, maka tetap mengalir ke daerah daerah lain. " Jadi kami menagih janji presiden," tandasnya.

Soal terkait usulan pemekaran, lanjutnya,  bukan baru setahun dua Tahun. Tapi sudah belasan Tahun.

"Setahu saya berkas berkas Daerah pemakaran Otonomi selama ini cuma 173 daerah. Tapi setelah kemarin saat rapat kerja sama di Gedung Nusantara 5 pukul 09 hingga pukul 17 00 WIB, yang di sampaikan salah satu anggota DPD RI bahwa data data pemekaran yang terkumpul semua sebanyak 430 sekian," tambahnya.

Jadera juga mengapresiasi kepada Komisi 2 DPR RI dan DPD RI yang sempat hadir untuk memberikan motivasi terbaik dan mendukung para peserta tim pemekaran dari berbagai daerah. 

Jadera menyebutkan wilayah yang jauh lebih baik dari Maluku, Papua setiap pertemuan atau pembahasan para tim dari masing masing daerah hadir untuk menyampaikan visi misi dalam perjuangan demi masyarakat banyak.

"Langka kami tidak tergantung kepada siapa pun. Cuma rasa kebersamaan, kasih dan sayang," sambungnya.

Jadera kepada Presiden RI Joko Widodo agar bisa dapat mencabut morotorium guna dapat memproses lebih cepat dan lebih bagus. 

Jadera juga mengucapkan terima kasih kepada Jenderal Purn Nono Sampono yang menjabat sebagai Wakil Ketua 1 DPD RI dari Wilayah Maluku yang sungguh setia mengawal dan memperjuangkan hak hak rakyat. 

Menurutnya Jadera,  Sampono sebelum menduduki jabatan sebagai Anggota DPD banyak berbuat. Bhkan hingga sudah dua periode di DPD RI jabatan sebagai Wakil Ketua 1 masih tetap mendorong serta mendukunng perjuangan rakyat Maluku.

Sampono juga putra terbaik  Maluku dan tidak pernah pandang bulu.Sampono bukan menduduki jabatan DPD RI baru turun lapangan, tapi sebelumnya dirinya sudah menerjuni dan selalu membawa diri kepada siapa pun.
Berita Terkait
Berita Lainnya