,
17 September 2019 | dibaca: 915 Kali
Inspektorat Datang, Petinggi Mantan Kades Meradang
noeh21

Jepara, Skandal

Geger di media sosial terkait penyimpangan bangunan proyek di Desa Srikandang, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, membuat mantan Kepala Desa Srikandang meradang.





Kenapa? Ada Inspektorat Jepara melakukan Sidak di Desa Srikandang pada Rabu, 4/9, bersama sejumlah awak media terkait molornya pembangunan proyek tahun anggaran 2018.

Faktanya proyek bangunan itu belum rampung hingga tahun 2019. Tak hanya itu saja. Sidak tim pemeriksa dari Kabupaten Jepara  membuat mantan 
Kepala Desa Srikandang Kelabakan.

Contohnya saja Tim Inspektorat  menemukan proyek pengadaan Taman Baca masyarakat dengan anggaran Rp 77.250.000 dengan peruntukan 10 Taman Baca masyarakat. Namun yang lengkap peralatan Taman Bacaan itu hanya 2 yang sarananya lengkap. Sedangkan yang 8 unit masih belum lengkap.

Abdul Hadi yang menjabat sebagai Ketua Tim Pelaksana kegiatan membeber kegiatan proyek di desanya.

"Iya itu faktanya sebagian besar proyek bangunan, kepala desa sendiri yang mengerjakan,"ujar Ketua TPK, sehingga 
tuduhan menyimpang oleh Inspektorat Kabupaten Jepara beritanya jadi viral di jagat maya.

Mantan Kepala Desa itu mencari cara  bermitra dengan awak media cetak.Melalui perantara B, wartawan dari media RN agar bisa memfasilitasi wartawan online yang memberitakan dirinya.

Kemudian B menghubungi Wakil Ketua PWO (perkumpulan wartawan online) Jawa Tengah menanyakan legalitas media online yang memberitakan desa Srikandang.

"Bang Aji ini ada wartawan dikasih uang Rp 5 juta agar meralat beritanya, karena mantan Kepala Desa Srikandang keberatan atas pemberitaan itu terkait sidak Inspektorat. Tetapi setelah dikasih Rp 5 juta kok masih ada yang telepone kepada Kades minta 10 juta,"ujar B  via telp dengan Kepala Biro Skandal.com Jawa Tengah.

Sementara Dewan pembina PWOI Jepara, Antonius FA.menyayangkan sikap oknum awak media yang menjadi broker kasus pemberitaan dari kawan kawan media online.

" Kalau viral biar viral sekalian kenapa harus dimakelari.,"ujarnya geram.

Ketua PWO Jawa Tengah N.Aji Gunawan menyayangkan sikap awak media yang menjadi mediator untuk memperoleh keuntungan meski hal yang di lakukan itu melanggar kode etik jurnalistik.

"Awak media itu wajib kritis apa yang dilihat dan apa yang didapat yang ditulis disertai narasumbernya.Jika itu peristiwa fakta menyangkut pelanggaran hukum, ya harus diproses hukum. Bukan kita mengajak kompromi menutupi aib dari oknum itu sendiri," ujar jurnalis  yang juga pengusaha.

Sementara B  mengatakan, Kepala Desa Angga Arista kuatir terkait berita di medsos itu berpengaruh pada pencalonan dirinya sebagai calon Kepala Desa Srikandang periode 2019-2024.  (timjateng)
Berita Terkait
Berita Lainnya