,
27 Oktober 2019 | dibaca: 684 Kali
HUT IPJI Dimeriahkan "Orang-Orang" Jokowi
noeh21


Jakarta Skandal

HUT Ikatan Penulis dan Jurnalis  Indonesia (IPJI) ke-20 bakal dihadiri sejumlah politisi dan   yang berada di seputar "orang-orang" Jokowi. HUT tersebut bakal digelar di Hotel Grand Cempaka, 28/10.





Data dari Sekretariat Panitia akan hadir  Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Ali Ngabalin yang menjadi keynote speaker diskusi publik Revisi UU KPK, Perlukah Presiden Terbitkan Perpu?

Diskusi publik itu akan dibedah oleh dua nara sumber Muh. Rullyandi SH, MH, pakar Hukum Tatanegara yang kini kandidat Doktor di Universitas Pajajaran Bandung.

Sementara tinjauan politiknya bakal dikupas oleh Ubedilah Badrun, pakar politik jebolan Universitas Negeri Jakarta.

"Alhamdulillah, di tengah kesibukannya Pak Ngabilin sudah oke," ujar Profesor Suherman Saji, Sekretaris Jenderal IPJI. Kepastian itu diperoleh setelah kontak-kontakan sekitar pukul 10.00 WIB.

Bahkan, bukan Suherman saja yang turun gunung, juga salah satu pembina IPJI, Agus Hidayanto ikut "wara wiri" menghubungi Deputy IV KSP soal Politik dan Komunikasi, Eko Sulistiyo.



​​​​

"Pak Eko memang diplot untuk mewakili Pak Jokowi," ujar Prof Herman, sapaan akrab Sekjen buat anak-anak IPJi.

Selain "orang dekat" Jokowi, kemeriahan HUT IPJI akan diisi lantunan suara Tina Toon, penyanyi yang kini resmi menjadi politisi PDI Perjuangan. Di Pileg kemarin, Tina berhasi menjadi new camer DPRD DKI.

Selain Tina, ada juga artis-artis dang dut seperti Fenty Noer, dan aktris kawakan yang juga anggota IPJI, Dorce Gamala.

"Soal Dorce masih konfirmasi," jelas Prof Herman, seraya menyebut kehadiran Mucle sebagai host yang bakal mendampingi Susan Jane, sebagai MC tetap IPJI.

Menurut Suherman, HUT IPJI ke-20 ini disetting untuk menunjukkan kiprah dan eksitensi IPJI selama 20 tahun, sebuah usia yang cukup matang dalam ukuran berorganisasi.





"Terlebih, anggota IPJI ada jadi legistatif, Wakil Bupati, Jenderal, Pengusaha, Akademisi yang menunjukkan kebhinekaan tapi satu dalam membangun negeri," jelas Prof Herman, dosen pasca sarjana, satu almamater dengan Dr. Indra Fahriza, Staf Khusus era Menkoplhukam Wiranto.

"Jadi IPJI bhineka dalam berkarya, tapi satu dalam membangun negeri," jelas Prof Herman memberi acungan jempol pada IPJI. (Ian)
Berita Terkait
Berita Lainnya