,
09 Maret 2021 | dibaca: 208 Kali
Eko Erifianto Mengaku Ada 9 Pegawai KPPN Tual Terpapar Covid 19.
noeh21
Kepala KPPN Tual Eko Erifrianto.
Malra.
Saat di wawancara kepala KPPN (Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara) Tual Eko Erifianto bahwa benar ada 9 pegawai KPPN Tual terpapar covid 19 mulai dari tanggal 5 maret 2021 dan untuk sementara mereka sudah dalam keadaan sehat walfiat.
 
Hal tersebut di sampaikan langsung oleh Kepala Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara (KPPN) Tual pukul 17,00 wit 09/03/2021
 
Lanjut Eko bahwa info terkait dengan 9 pegawai KPPN Tual terpapar tentang covid 19 itu benar sekali dan semua dalam keadaan sehat walfiat dan semua masih dalam isolasi mandiri masing masing di rumahnya dan terkait dengan lock down itu bukan penutupan seluruh aktifitas kantor KPPN Tual, tapi tujuanya untuk lock down pelayanan.
 
Hal tersebut berdasarkan kami dapat surat dari dinas kesehatan kab Malra atas 9 pegawai kantor kami yang terkonfirmasi mendapat covid 19, maka harus di lakukan isolasi mandiri di rumah masing masing, bukan di RSUD.
 
Atas hasil konfirmasi terkait dengan 9 pegawai KPPN Tual isolasi mandiri di rumah masing masing karena terlihat banyak yang belum berumah tangga jadi ibu kadis dinas kesehatan kab Malra tidak melakukan isolasi terpadu, karena dari infrastruktur rumah dinas belum ada penghuni.
 
Selain itu juga kepala KPPN Tual Eko Erifrianto bahwa pihaknya sangat memiliki Standar Operating Procedure (SOP) BCP/ SOP tanggap darurat dan apabila ketika KPPN tak bisa melakukan pelayanan bendaharaan secara optimal untuk mitra kerja, karena tentu ada force majure yang harus di lakukan tindakan darurat.
 
Dan wajib untuk kita mengalihkan pelayanan bendaharaan KPPN ke daerah yang terdekat seperti Saumlaki.
 
Lanjut Eko bahwa ada batas waktu tentang pengalihan pelayanan bendaharaan KPPN Tual ke KPPN Saumlaki belum ada penjelasan pasti, karena kita harus menunggu rekan kita dari 9 pegawai yang sementara lagi ikut isolasi mandiri dalam waktu 10 hari, setelah itu dapat di lanjutkan dengan tes PCR lagi.
 
Menurut Eko bahwa dari 9 pegawai yang terpapar mendapat covid 19 ini karena ada sala satu pegawai yang merasa dirinya juga memiliki gejala covid 19 ini langsung dirinya insiatif melakukan pemeriksaan PCR dan setelah itu hasilnya terpapar sehingga instruksi langsung dari dinas kesehatan untuk dapat di lakukan kontak langsung kepada yang bersangkutan untuk harus mengikuti tes PCR
 
Dan sangat di akui kepala KPPN Tual Eko Erifrianto bahwa dari 20 pegawai KPPN Tual semua mengikuti tes PCR dan kini hasilnya 8 orang dapat terpapar covid 19 maka di tambah 1 berjumlah semua 9 pegawai KPPN mendapat covid 19.
 
Dan atas kejadian tersebut dirinya juga mendapat teguran dari atasanya, namun Kepala KPPN Tual saat di konfirmasi terkait denga kejadian tersebut dirinya membantah, karena semua ini melalui sistim terbuka tentang informasi publik, maka apapun terjadi harus di sampaikan ke jurnalis guna dapat di ketahui juga oleh masayarakat.
 
Selain itu juga saat di konfirmasi ke kepala KPPN Tual (Kepala Pelayanan Pembendaharaan Negara)Tual Eko Erifrianto bahwa kami dari KPPN Tual tidak pernah melakukan pemotongan dana desa yang di tranfer dari pemerintah pusat yang masuk rekening Ohoi/Desa di Tahun 2020 kemarin dan slama ini kami kerja sesuai dengan aturan dan kalau ada permintaan dari Pemda, maka sudah tentu kami salurkan anggaran ke dana desa sesuai dengan juknis desa yang sudah di lengkapi.
 
Dan perlu saya tegaskan lagi bahwa kami tidak pernah melakukan pemotongan dana desa di kantor KPPN Tual, karena di dalamnya ada sumber dana desa, karena ada dua macam dana desa antara lain DD dan ADO, dan bagi kami selama ini dokumen yang selalu di sampaikan langsung oleh Pemda itu sudah benar dan terverikasi, maka kami harus ulurkan dana desa rekening masing masing desa.
 
Yang lebih jelas lagi silahkan teman teman media konfirmasi langsung ke kepala dinas PMD, karena pihaknya menerima yang benar benar sudah terverikasi dan mungkin saja bisa menyalurkan dana desa melalui rekening desa.
 
Berita Terkait
Berita Lainnya