,
16 Januari 2020 | dibaca: 272 Kali
DPU TARA dan Inspektorat Cek Kerusakan Jalan Lingkar Sarang
noeh21

Rembang, Skandal 

Terkait kerusakan jalan lingkar Sarang, 
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU Taru) dan Inspektorat Kabupaten Rembang terjun langsung ke lokasi kemarin. 

Tujuaannya, selain mengecek  kerusakan jalan, juga ingin memastikan penanganan kerusakan oleh rekanan. Dinas memperkirakan perbaikan retakan dan ambrolnya jalan bisa rampung dalam waktu sepekan.

Inspektorat setelah melakukan cek dan ricek hasilnya retakan diketahui hanya 41,6 meter. Sedangkan yang ambrol disebabkan saluran pembuangan warga berbentuk bis beton atau RCP.

Kepala DPU Taru Kabupaten Rembang Sugiarto mengatakan, hasil tinjauan di lapangan disimpulkan pemicu retakan jalan alternatif dipastikan karena diterjang ombak sehingga penanganan aspal terkelupas. Setelah itu dilakukan pemadatan kembali, dengan menggunakan penggilas berukuran kecil.

“Setelah dipastikan benar-benar padat baru akan diadakan pengaspalan ulang. Total yang disentuh perawatan sepanjang 41,6 meter. Ini mengacu data yang diukur tim inspektorat Rembang sesuai kerusakan jalan," tuturnya 

Ia mengatakan, kerusakan jalan lingkar titiknya di wilayah Temperak dari panjang pekerjaan jalan 1,8 km. Khusus di Temperak panjangnya hanya 900 meter atau hampir 1 km. Artinya tidak mengalami kerusakan keseluruhan dan tidak mengalami keretakan keseluruhan. Untuk menanggulangi gelombang di sisi luar sheet pile atau jalan dipasang bolder sepanjang 2 meter.

Menurutnya bolder itu fungsinya untuk menghalangi ombak,  sekaligus untuk menghalangi air laut agar tidak lengsung terkena jalan. Untuk itu batu-batu besar ditata sepanjang 2 meter. Tujuaannya supaya tidak langsung menghantam badan jalan, namun mengahantam dibolder atau batu pengaman. Penanganan tersebut kira-kira dalam waktu empat hari dan maksimal sepekan.

“ Kemudian yang pasti pembangunan jalan tersebut sudah sesuai spesifikasi.
Itulah tahapan-tahapan yang dilakukan menangani lingkar sarang. Targetnya tidak hitungan cepat. Namun juga harus matang. menyesuikan karakteristik jalan di pinggir pantai tersebut," tuturnya .(Sutrisno/Rbg).
Berita Terkait
Berita Lainnya