,
28 Oktober 2020 | dibaca: 70 Kali
Dewan Minta Uji Lab Limbah Jatisari
noeh21


Rembang, Skandal

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan uji laboratorium terkait tumpukan limbah yang ada di wilayah desa Jatisari, Sluke. Untuk sementara aktifitas operasional penempatan limbah itu juga dihentikan.

Sebelumnya, memang ada penolakan dari warga dan bebsrapa organisasi terkait dugaan pembuangan limbah itu. Yang dinilai merugikan dan berdampak. Mereka mengadu kepada wakil rakyat melalui forum audiensi.

Di sisi lain, pemerintah desa (pemdes) Jatisari mengklaim sudah melakukan musyawarah desa (musdes) terkait hal ini.
Limbah itu berbentuk seperti gundukan tanah. Diduga, merupakan tanah liat bekas penyaringan kelapa sawit yang berasal dari Luar Jawa. Kemudian dibawa menggunakan kapal tongkang.

Saat ini, lokasi limbah tersebut berada di area perbukitan desa Jatisari, Kecamatan Sluke. Di bawah tempat itu terdapat lahan pertanian. Para anggota dewan pun terjun ke lokasi baru-baru ini.

Ketua Komisi I DPRD Rembang Mashadi menyampaikan, pihaknya sudah memerintahkan DLH uji laboratorium dan sementara menghentikan operasional penghentian dugaan pembuangan limbah tersebut

"Rekomendasinya itu pertama melakukan lab. Kedua, apapun jenis limbahnya dihentikan dulu," jelasnya.

Terkait dengan batas waktu, politisi partai Nasdem itu masih belum bisa menyampaikan waktu pastinya. Rencana kedepan, setelah lab keluar, kata Mashadi, setelah hasil lab keluar baru dilakukan pembahasan lebih lanjut. 

"Kemarin komisi II (yang melakukan sidak lokasi). Karena komisi I ada tugas. Sehingga yang melakukan komisi II," imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, terkait perizinan lokasi pembuangan Limbah, DLH menilai belum memiliki izin. Dan belum diketahui apakah limbah itu merupakan kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) atau tidak. (Sutrisno/Rbg).
Berita Terkait
Berita Lainnya