Tutup Menu

Dandim Tinjau Langsung Hari Pertama TMMD Ke-109 Di Medan

Rabu, 23 September 2020 | Dilihat: 362 Kali
    


 Medan,Skandal               

Ketika Usai pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 Kodim 0201/BS, Selasa (22/9), Dandim 0201/BS Letkol Inf Agus Setiandar, SIP bersama tim dan satuan terkait meninjau pembangunan fisik yang baru dimulai di Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan.
Dandim menyampaikan, daerah sasaran TMMD ini merupakan kawasan cukup padat penduduk namun masih memiliki kesulitan karena sering diterpa banjir akibat luapan air sungai. Untuk itu, sasaran bakti fisik pada program kali ini salah satunya pembangunan bronjong atau anyaman kawat baja yang berisi batu-batu berfungsi sebagai penahan dinding sungai sehingga aliran sungai lebih terukur.

Rencananya, pembangunan bronjong di sepanjang 362 meter sungai di kelurahan tersebut. Pada hari pertama pembangunan ini dimulai dengan pembersihan pinggiran atau bantaran sungai dan persentase pembangunan masih tiga persen.
Dijelaskannya, personel dan masyarakat yang terlibat pada program ini yaitu dari Batalyon Kavaleri (Yonkav) 6/Naga Karimata, Yon Arhanud 11/WBY, Yon Armed 2/105 KS masing-masing 20 orang. Yon Zipur 1/DD 30 orang, Yon Marhanlan 8 orang, Lanud Soewondo 7 orang, Polres Belawan 5 orang dan tim kesehatan lapangan 5 orang, jumlah 110 orang, sementara 30 orang dari masyarakat sekitar.

Pasiter Kodim 0201/BS Mayor Inf Romi Sembiring menjelaskan peralatan digunakan dua unit excawator, dump truck lima unit, cangkul dan alat pertukangan lainnya.
Dalam istilah arsitektur, jelasnya, dikenal sebutan bronjong atau gabion yaitu konstruksi dasar pembangunan tanggul di area tepi sungai. Bronjong umumnya berupa anyaman kawat baja yang dilapisi berbagai material lain seperti galvanis dan dibentuk mengotak atau balok yang dalamnya diisi batu berukuran besar.

“Tujuannya mencegah erosi, kali ini akan dipasang di tepi sungai untuk normalisasi aliran dan mengatasi gerusan arus sungai. Untuk menganyam dan membentuk membutuhkan tenaga mesin,” paparnya.
Fungsinya melindungi dan menguatkan struktur tanah agar tidak longsor, lalu mencegah erosi akibat arus deras. Teknik ini juga sebagai pembentuk bendungan untuk menaikkan volume air sungai. Pembangunan dimulai pembersihan tepi sungai yang akan dipasangi bronjong. (A 01)

Dapatkan Info Teraktual dengan mengikuti Sosial Media TabloidSkandal.com