,
06 April 2020 | dibaca: 398 Kali
Bupati Malra Imbau192 Ohoi Gunakan Dana Desa Karantina Pemudik
noeh21


Malra, Skandal

Bupati Malra Drs H M.Taher Hanubun mengimbau 192 Ohoi (desa) agar  menggunakan dana desa untuk para "pemudik" yang datang ke desa-desa Kabupaten Malra.

 Imbauan itu  djsampaikan langsung oleh Sekertaris Daerah Kab Malra, Drs.A.Yani Rahawarin M.Si, di ruang Posko Penanganan Covid 19 Media Center Kab Malra. 





"Itu juga instruksi langsung dari Presiden RI  mengingat wabah virus corona yang sementara menular ke seluruh dunia. Selaku Bupati Malra mengimbau kepada seluruh Kepala Ohoi untuk dapat mempergunakan Dana Desa untuk pemudik  yang saat ini di karantinakan oleh ohoi atau desa desa tersebut," ujar Sekda membacakan instruksi bupati.

Sekda juga melaporkan hari Senin (6/4)  Bupati Malra akan rapat bersama dengan para camat di Aula Kantor Bupati membahas bersama Dana Desa tersebut 

Selain itu,  saat kunjungan Bupati dengan Tim Percepatan  ovid 19 Malra saat ditemui para pemudik di Ohoi Khoi Kei Kecil, Kei Kecil Timur dan sebagainya  yang di karantinakan, sekaligus memberikan berbagai bantuan sumbangan kepada para pemudik.

Bupati menyampaikan langsung ke camat serta Kepala Ohoi agar dapat mempergunakan dana desa untuk menjamin para pelaku yang datang kembali ke Malra.

Hanubun juga berharap agar jangan sampai para pemudik lapar dan haus,karena masa di karantina sampai 14 hari tanpa terkecuali 

"Aturan ini bukan dibuat bupati atau gubernur, tapi langsung dari pemerintah pusat mengkarantina selama 14 hari," jelas Bupati.

Setelah 14 hari dikarantina, baru petugas Dinas Kesehatan  melakukan pemeriksaan kesehatan ulang. Jika    dinyatakan kesehatan, baik, maka  dinyatakan sehat pemudik bisa kembali ke rumah.

Menurut Hanubun, para pemudik dari Jawa,Makasar, Ambon sementara waktu. "Itu karantina bukan karena mereka pembawa penyakit corona covid 19,
tetapi anjuran dari pemerintah pusat. Jadi apapun terjadi harus di karantinakan dan bila mana ada yang sengaja menghindar atau tidak mau ikut anjuran tersebut, maka di kemudian hari orang pertama yang disalakan adalah Bupati Malra," tuturnya.

Bupati meminta kepada seluruh warga masyarakat agar bisa nerasakan apa yang saat ini dirasakan para pemudik. Sebab mereka  bukan orang lain. Tapi keluarga dan anak sendiri. Mereka datang dari pulau Jawa, Makasar dan kota-kota lainnya. Semua ini kita syukuri, mereka  tiba dengan selamat. (***)
Berita Terkait
Berita Lainnya