,
14 September 2019 | dibaca: 252 Kali
Anggaran Kebersihan Sorong Simpang Siur
noeh21

Sorong, Skandal

Alokasi anggaran kebersihan Kota Sorong sampai saat ini belum ada kejelasan. Walikota menyebutnya Rp 20 miliar, sedangkan DPRD mengklaim sebesar Rp 30 miliar.

Meski mencapai puluhan miliar, ternyata kinerja kebersihan belum memuaskan masyarakat. 

"Kalau  wakil rakyat sudah teriak lewat media baik cetak dan On line,maka benar semua pembahasan anggaran di gedung wakil rakyat, karena DPRD yang memberikan restu," ungkap Buce Rahakbauw, Kordinator Wilayah Lembaga Aliansi Indonesia (LAI).

Jadi,  menurut Rahakbauw, statmen  salah satu wakil rakyat Kota Sorong  tidak salah, sehingga tak perlu ada bantahan dari pihak manapun.

Kalau pa Walikota Sorong bantah dengan dana kebersihan Rp 30 milyar. Jadi lucu sepertinya," tambah Buce tertawa.

Padahal, dana miliaran tersebut digelontorkan untuk mengatasi persoalan sampah, tapi faktanya realisasi di lapangan jadi lain.

Info yang dikemukakan wakil rakyat tersebut, akhirnya jadi viral, lantaran tidak mau melihat sampah bertebaran di emper emper jalan. Dia  juga tidak tega melihat warga mengangkut sampah dengan tangan.

"Walau kota sorong sering mendapat predikat  kesuksekan, namun soal sampah harus dievaluasi bersama," tuturnya.

Menurut Rahakbauw, gagal dalam mengatasi sampah, jangan sampai kota  Sorong dinilai sebagai kota terkotor di Indonesia, sekalipun setiap tahun di anggarkan dana sebesar Rp 30 milyar. (MI)
Berita Terkait
Berita Lainnya