,
30 Januari 2020 | dibaca: 374 Kali
39 Kepala Keluarga Ohoi Selayar Mengungsi ke Hutan
noeh21

Malra, Skandal

Sekitar 10 rumah di Kecamatan Manyeu Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) mengalami kerusakan pukul 12,00 WIT, 30/1. Mereka mengungsi sampai ke hutan.

Hasil pantauan di lapangan  di Ohoi Selayar sejak jaman dulu sampai saat ini tidak pernah ribut. Baru sekarang kerusakan rumah seperti itu.

"Dari Kepala Ohoi ke Kepala Ohoi tidak pernah ribut- ribut. Bahkan tidak pernah kerusakan, kenapa datang Kepala Ohoi Selayar sekarang ini Moksen Harbelubun, kok terjadi kerusakan, rumah sampai dibakar," papar Langgaita Burungasi (LB).





Menurut dia, Selayar saat ini butuh pejabat maupun Kepala Ohoi untuk membangun, bukan membangun konflik. 

Tapi tidak demikian saat Moksan Harbelubun diangkat sejak setahun, Ohoi Selayar selalu ribut. Banyak  rd umah rusak bahkan dibakar.  Sayangnya hingga saat ini satu orang pun belum ditangkap pihak kepolisian resort Maluku Tenggara," papar L LB.

LB menambahkan, setiap Harbelubun rapat dengan warga, tetap saja ada keributan baik lemparan maupun kerusakan rumah seperti semalam.

Usai rapat yang di pimpin pejabat Ohoi Selayar, Moksen Harbelubun,  muncul para simpatisan dibawah pimpinan,Sumanik Masahida,Ismet Masahida,Subhan Masahida,Mohamad Adafi Yamlean. Harmoko Takerubun Taslim,Rumahkabis. Junaedi, Yadi Wali, Yoga Ngabalin, Rizal Rumahkabis. Arman.Ngabalin dan Karim Burungasi.

Namun dari para pelaku tersebut satu orang pun belum disentuh atau di tahan oleh pihak kepolisian.Sedangkn semalam saat kerusakan 4 buah rumah, pejabat Selayar duduk di atas pagar Gapura sambil nonton kerusakan rumah rumah tersebut.

Banyak menyebut, kerusakan rumah rumah warga Selayar in diduga otaknya Moksen Harbelubun.

"Karena setiap kerusakan rumah beliau tidak pernah menegur warganya. Malah Harbelubun cuma nonton," tambahnya. jadi 

"Kami minta agar bisa Bupati Malra tolong melihat penderitaan masyarakat Selayar yang sementara dijajah oleh Harbelubun dan kroni kroninya.Kami bukan budak dan bukan warga jajahan.tapi warga Indonesia dan asli Ohoi Selayar," paparnya mengakhiri (MI)
Berita Terkait
Berita Lainnya