,
29 Juli 2020 | dibaca: 233 Kali
Yan Sairdekut Menduga Ada Mafia Korupsi Libatkan Oknum Pejabat
noeh21


 Saumlaki, Skandal

Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya ( Gerindra )  Kabupaten Kepulauan Tanimbar ( KKT ) Yan Sairdekut menilai  berbagai penanganan kasus-kasus korupsi yang selama ini muncul dan mencuat bagaikan primadona di KKT semakin hari sulit  diberantas. 

"Pasalnya,  korupsi di Kabupaten yang bartajuk Duan Lolat ini diduga melibatkan sindikat mafia antar elit-elit penguasa lokal di KKT, baik itu eksekutif, legislatif maupun jajaran yudikatif, karena adanya lobi-lobi informal tertutup antar pejabat daerah yang juga melibatkan penyidik," tutur Yan Kepada media ini, (29/08/2020) 

Sementara  Kejaksaan dan Kepolisian memiliki komitmen yang rendah dalam penanganan kasus-kasus korupsi di KKT. Makanya,  aktivis dan masyarakat KKT selalu berharap agar seluruh kasus korupsi di KKT sebaiknya diselesaikan di pusat, sehingga mengurangi adanya lobi-lobi informal tertutup. Bahkan yang paling mencuat juga ialah para elit politik mencoba menggiring opini kepada rakyat bahwa kasus-kasus korupsi di daerah merupakan persoalan politik.

"Selain itu lembaga-lembaga pemerintah baik itu Legislatif, Eksekutif maupun Yudikatif sebagian hanya memiliki idealisme untuk menegakkan hukum secara benar dan bertanggung jawab, tetapi sebagian  bukan melawan atau menolak korupsi, tetapi malah menjadi pengawal setia untuk menukanginya dalam sebuah rasionalitas bermuka dua (rasionalitas bujuk rayu)," tegas Sairdekut 

Lanjut dia, persaingan antar elit-elit politik berlangsung tanpa sumbangan bagi kelembagaan demokrasi, di mana pemenuhan rasa keadilan bagi rakyat KKT sama sekali diabaikan. Sementara lembaga-lembaga yang dirancang untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat tidak berjalan dengan baik, malah cenderung muncul Korupsi, Kolusi,Nepotisme dan berbagai macam aneka perselingkuhan kepentingan yang terjadi di daerah ini. 

"Ironisnya semua itu seolah-olah menjamur tanpa produktifitas bagi peradaban dan martabat sejati bagi bangunan demokrasi serta kemandirian daerah yang dicita-citakan bersama," tambah Yan.

Ternyata, lanjutnya,   mesin perubahan sistem politik dan tata pemerintahan yang bergulir terlepas dari segala kemanfaatan maupun ideal-idealnya yang membiuskan hanya berupa proyek-proyek eksperimentasi dan gula-gula untuk memaniskan suasana di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

"Sebagai anak-anak Kabupaten Kepulauan Tanimbar kita harus memiliki sebuah kesegaran eksistensi di dalam tatanan kearifan lokal bagi masyarakat Tanimbar  yang sangat beraneka ragam (majemuk) dengan aneka perbedaannya yang kaya untuk sebuah tata.

Pemerintahan yang beradab dan bermartabat demi kemakmuran, kebahagiaan, dan kedamaian hidup bersama sebagai anak daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang maju, Sehat Cerdas Berwibawa dan Mandiri, " urai Yan mengakhiri  (TAN 1).
Berita Terkait
Berita Lainnya