,
31 Juli 2019 | dibaca: 217 Kali
Wabup H. Devi Nilai Dua Irigasi Kurang Tepat Sasaran
noeh21

Musi Rawas, Skandal

Wakil Bupati (Wabup) H Devi Sudartoni meninjau pembangunan irigasi Tebat Ramio dan irigasi Tebat Gede. Dua irigasi itu menelan anggaran miliaran rupiah. 

Irigasi Tebat Rejo yang pembangunan tahun 2018 mencapaii Rp 2 miliar lebih. Sedang irigasi Tebat Gede, tahun anggaran 2016 dengan anggaran Rp 1,8 milliar.

Sayangnya pembangunan irigasi itu  dinilai kurang tepat sasaran.

“Saya sangat menyayangkan dengan pembangunan dua irigasi tersebut yang kurang tepat sasaran, karena pembangunan itu tidak sepenuhnya dirasakan oleh petani,” kata Wabup.

Seharusnya, menurut dia,  pembangunan irigasi digunakan untuk mengaliri areal persawahan, sehingga bila musim kering sawah petani bisa teraliri air. Namun irigasi yang dibuat tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

“Sekarang areal persawahan petani kering karena irigasi tidak berfungsi. Adapun tujuan utama dibangun irigasi agar petani bisa bercocok tanam dua kali dalam setahun. Kalau melihat kondisi sekarang, irigasi yang ada dalam kondisi kering,” desaknya.

Sedangkan sumbar air dari danau sangat  melimpah. Karena tidak ada kajian khusus, seharusnya ada insinyur pertanian yang bisa mengkaji sebelum dilakukan pembangunan, sehingga uang negara yang di keluarkan bisa dirasakan azas manfaatnya .

“Sangat disayangkan apabila pembangunan irigasi tidak memprioritaskan azas manfaat, sungguh sia-sia  rasanya sehingga uang negara mubazir,” ucap Wabup.
                     
Seperti diketahui, Wabup turun kelokasi bersama Kabid Pengairan PUPR, Nuvo, Kasi Irigasi Dinas Pertanian Perikanan dan Perkebunan Muratara, Junaidi (ed)
Berita Terkait
Berita Lainnya