,
18 April 2018 | dibaca: 72 Kali
Tim HuREd Kunjungi Polytecnic University of The Philippines
noeh21
Jakarta, Skandal

Kunjungan tim Human Resource and Education Research Development  (HuREd) ke Manila  Philiphina dilanjutkan ke Polytecnic University of the Philippines, kemarin pagi 17/4. 



"Di Politechnic itu kami bertemu dengan Dr Racidon Bernarte," ungkap Ketua Rombongan, Prof. Dr. Suherman Saji, MPd lewat WA pada awak media.

Menurut Suherman, demikian sapaan akrab Rektor Universitas Atthariyah dan Ketua Pembina Perkumpulan Wartawan Online Independen Indonesia ini, kunjungan ke Politehnik itu difasilitasi oleh Dr. Lili Nurlaili, M.Ed, Atase pendidikan Dan kebudayaan pada KBRI Manila.

"Kita difasilitasi oleh beliau selain di terima duta besar," jelas Prof Suherman.

Dalam kunjugan tersebut, lanjutnya, ada tiga tujuan yang dicapai

Pertama, melakukan kerjasama antar perguruan tinggi pada penelitian bidang manajemen SDM dan pendidikan 



Kedua,  melakukan kerjasama publikasi ilmiah pada bidang SDM dan pendidikan

Ketiga, memberikan beasiswa kepada para pelajar di Manila pada program studi sarjana di Universitas Attahiriyah Jakarta

Selain  Prof Dr.Suherman Saji sebagai ketua rombongan, tim HuREd terdiri dari
Dr. Tungga Buana Irfana, MPd (Dosen Pascasarjana Universitas Bhayangkara Jakarta Raya), Dr. Dirgantara Wicaksono, MPd (Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta) Erika Rahmananta, S.Sos (Mahasiswa Pascasarjana Universitas Bhayangkara Jakarta Raya), dr. Dian Yulianti, S. Ked (Mahasiswa Pascasarjana Universitas Bhayangkara Jakarta Raya),  R. Eko Darmawan, S.Kom (Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta), Titin Kustini, S.Pdi (Mahasiswa Pascasarjana Universitas Attahiriyah Jakarta), Umi Rukmiyawati, S.Pdi (Mahasiswa Pascasarjana Universitas Attahiriyah Jakarta), Entin Suharti, S.Pdi (Mahasiswa Pascasarjana Universitas Attahiriyah Jakarta)

Tim HuREd mengunjungi Philipina Kunjungan Tim HuREd ke Manila dalam rangka membangun peluang kerjasama antar negara untuk memperkuat revolusi industri 4.0 dalam bidang SDM, ditandai merebaknya internet yang akhirnya jadi digitalisasi.

Akibat digitalisasi, tambah Prof Suherman mengutip studi McKinsey, di masa mendatang ada sekitar 52,6 juta jenis pekerjaan yang hilang. Sedangkan jumlah pekerjaan yang muncul ada sekitar 3,7 juta.
Berita Terkait
Berita Lainnya