,
30 Maret 2018 | dibaca: 523 Kali
Buntut Pergantian Ketua DPC Geridra Lotim:
Suara CAGUB NTB paket AMAN teracam keropos di Lotim.
noeh21
NTB, Skandal

Loyalis Sawaludin yang juga perintis berdirinya Partai Gerindra Lombok Timur Hasan Qodri  menilai pergantian Sawaluddin sebagai Ketua DPC Partai Gerindra adalah tindakan zalim yang dilakukan oleh oknum DPD dan Badan Pengawas dan disiplinPartai Gerindra.

Hasan Qodri  menuding  tindakan tersebut  ulah Ketua DPD Partai Gerindra NTB yang baru,  H Ridwan Hidayat,  kakak kandung calon Gubernur Ahyar Abduh bersama salah seorang petinggi Badan Pengawas partai. 

Diduga kuat, ulah itu bermula dari proses permohonan rekom partai di Pilkada Kabupaten Lombok Timur. Saat itu para kader partai bersama seluruh PAC se Lombok Timur menginginkan  rekom partai diberikan kepada pasangan SUKMA yang merupakan kader partai ( Ketua Dewan Penasehat DPC , H Sukiman Azmi ). Kader ini  memiliki elektabilitas paling tinggi di antara semua kontestan yang ada di Pilkada Lotim.

Ternyata rekom partai jatuh ke tangan paket pasangan HARUM ( Hairul warisin - Mahsun Ridwainy ) yang konon dugaan lebih mampu menyelesaikan kewajiban pribadi kepada oknum tersebut. 

Hasan Qodri mengungkapkan DPC Gerindra Lotim  saat itu hanya mengusulkan  permohonan rekom untuk pasangan SUKMA ke DPP Gerindra. Sebab  hanya pasangan tersebut yang melakukan proses pendaftaran di DPC Gerindra Lotim.

"Usulan tersebut saya antarkan langsung  ke DPP Gerindra bersama ketua dan sekretaris DPC. 

"Namun anehnya kok pasangan HARUM yang tidak pernah mendaftar dan berproses di DPC  mendapatkan rekom partai.  Bahkan SK DPC juga . Istilahnya beli paket pahe atau beli satu dapat dua ( rekom dan SK kepengurusan DPC )," ungkapnya kepada wartawan SKANDAL NTB di Selong Kamis, 29 Maret 2018.

‎Menurutnya,  tindakan tersebut  sangat  memalukan dan  patut dicurigai ada proses traksaksional, sehingga Haerul Warisin mendapatkan rekom dan diangkat menjadi ketua DPC. Kami harus lawan ,“  tuturnya kesal.

‎Hasan qodri bersama seluruh kader Gerindra akan melakukan perlawanan terhadap kebijakan  Ketua DPD dan kepemimpinan Haerul Warisin

 “Kita akan gembosi suara pasangan calon Bupati HARUM dan pasangan calon Gubernur AMAN di Lotim “ ancamnya.

Sementara sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Laksamana Madya ( purn ) H Moekhlas Sidik dalam acara RAKORDASUS DPD Gerindra NTB yang di laksanakan di Kabupaten Sumbawa beberapa minggu lalu  ‎telah memperingatkan agar DPD Partai Gerindra NTB tidak melakukan pergantian kepengurusan di semua tingkatan.

Sementara itu mantan Ketua DPC Gerindra Lotim, Sawaluddin saat dikonfirmasi media ini membenarkan pergantian dirinya sebagai Ketua DPC Gerindra Lotim .

"Saya di undang untuk acara konsolidasi pada hari itu oleh DPD yang diikuti oleh seluruh pimpinan DPC dan fraksi di DPRD. Namun di akhir acara ada penyerahan SK pergantian saya kepada H Hairul Warisin. Saya sangat kaget dan tidak menyangka semua itu terjadi , harusnya ada mekanisme yang di berlakukan jika terjadi pergantian sesuai dengan amanat  AD/ART partai. Salah saya apa dan kenapa ini semua terjadi," urainya panjang lebar.

Menurut Sawaluddin, banyak kader bekerja berdarah darah membesarkan partai, dan meloloskan partai dalam proses verifikasi administrasi dan faktual beberapa bulan lalu.

"Kok orang datang tiba tiba mau ambil alih partai dengan seenak perutnya”, ungkap Sawaluddin yang akrab dipanggil Aweng oleh kalangan aktivis ini dengan penuh kecewa.‎

Pergantian, tambah Awang, penuh dengan misteri dan tanda tanya.Ada kepentingan apa di balik semua ini, tiba tiba dan sangat mendadak? MA
Berita Terkait
Berita Lainnya