,
30 Mei 2021 | dibaca: 195 Kali
Seraji Kades Terpilih Desa Jalapat 2 Mekar Sari.
noeh21
Barito Kuala - Tabloidskandal.com
Berdasarkan investigasi kami dari beberapa media dilapangan muncul isu yang santer adanya money politik atas kemenangan saudara Saeraji, salah seorang kandidat pada pilkades serentak didesa Jelapat 2 Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan selatan.
 
Kadis PMD Kabupaten Barito kuala Moch. AZIS Yang digugat oleh 4 orang para kontestan yang kalah ,dikarenakan tidak mau menerima kekalahan akibat dari prosesi pesta demokrasi dalam memilih Peminpin didesanya dari salah satu calon rekannya Saeraji peraih suara terbanyak .Memang dari awal awal sudah diperhitungkan oleh para kandidat 4 orang yang kalah ini.
 
Alimansyah anggota DPRD Barito Kuala Kalsel Komisi II Partai Golkar 
Mengapa selain mantan anak Kades dari zaman orba sejak tahun 1990 sampai ke tahun 2007 yang silam anak dari Almarhum kades Ahmad Karli, Oleh sebab itu Warga Desa jelapat 2 Mekarsari memang merindukan dan membutuhkan Saeraji akan mewarisi kepemimpinan Almarhum bapaknya yang telah pernah jadi kades puluhan tahun dan telah tersohor dan dikenal, demokratis dalam menakhodai Desanya ketika itu.
 
 
Dalam kantor Kades jelapat mekarsari ketika kapolsek dengan camat memberi penjelasan pada calon yang kalah
 
Karena prinsipnya yakni meletakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi.
 
Saeraji Kades terpilih dengan perolehan suara yang selisihnya hampir seratus suara dari suara Nasrudin, Parhan,Yandi apalagi suara Lani, sang calon dari incumbent. Hanya memperoleh 51 suara saja dari jumlah daptar pemilih tetap (DPT) yang berjumlah kurang lebih seribu orang pemilih dari ketiga TPS tersebut.
 
Dan begitu juga sebaliknya bagaimana jika bukan saudara Saeraji yang terpilih pasti tetap akan terjadi saling gugat menggugat sesama calon.Dan istilah isu money politik pasti akan muncul juga dari para calon kades ini.
 
Dan Desa ini juga pernah menoreh catatan khusus dimana pernah terjadi perkelahian antara sekdes dengan kades bahkan bertamparan untung saja tidak sampai berurusan dikantor polisi karena cepat cepat didamaikan.
 
Dan ketika itu kadesnya dijabat oleh saudara Lani yang kembali mencalonkan diri kembali. Peristiwa ini terjadi Yakni periodenya, tahun 2015 sampai 2021.
 
Yakin Akibat dari emosional inilah yang menyebabkan suara Lani, calon incumbent kalah bahkan suaranya menjadi anjlok paling sedikit dari ke 5 calon kades lainnya, periode 2021 sampai 2027.
 
Dan ini disampaikan oleh beberapa tokoh masyarakat pada yuday ketika berkumpul dikantor desa jelapat 2 mekarsari pada saat_ saat usai acara pilkades minggu 22/5/21.

Informasi yang kami himpun dari berbagai sumber yang layak dipercaya dilapangan Bahkan ada dari salah seorang anggota dewan Barito kuala dari dapil kecamatan Mekarsari, Tamban, dan Tabunganen.
 
Yang jati dirinya tidak mau diexspos ketika ditemui oleh yuday!senen tgl 23/5/21 dikecamatan Mekarsari mengatakan, bahwa pilkades Desa jelapat 2 kecamatan Mekarsari inikan, menggunakan cara E_Voting untuk memilih Kadesnya yang bertujuan untuk lebih efektif dan Efisiensi dan tidak mungkin terjadi politik main uang karena sudah menggunakan sistim evoting.
 
Bukankah tujuan dibelinya alat Evoting ini untuk menghindari dari kecurangan_kecurangan apapun bentuknya, Karena alat ini sangat canggih dan bisa merekap sendiri.
 
Ditambahnya, sekali lagi saya katakan sejak awal - awal menurut informasi dari Saeraji bahwa dirinya pernah mau diberi uang 10 juta oleh calon lain supaya mengundurkan diri dari bursa pencalonan kades ini. 
 
Inikan suatu pertanda menunjukan bahwa pigur Saeraji memang sangat diperhitungkan oleh para calon lainnya.
 
Dan adanya isu dugaan main politik uang itu kami rasa hanya mengada ngada,itukan laporan kertas selembar tanpa didukung item _item pelengkap lainnya tidak dilengkapi copy uangnya,copy video berarti hanya sia sia saja.
 
Berarti itu fitnah yang akan menjurus kepidana,jika Saeraji mau melaporkan balik pencemaran nama baiknya pasal 310/311 KUHP.Saya optimis para tim panitia kabupaten semuanya akan jeli dalam mempertimbangkan kasus seperti ini tidak layak untuk diproses.Sebagai mana 

Yang telah dilaporkan oleh 4 orang calon yang kalah. diproses akan membuka peluang bagi calon kades lainnya yang kalah - kalah berikutnya.
 
Bahkan perolehan suara Saerajipun bukan menang tipis tapi menang banyak luar biasa hampir mencapai 100 suara tambah anggota dewan dengan didengar oleh 10 orang lainnya ketika menyampaikan dengan yuday.
 
Dan sekedar diketahui pilkades di Desa Jelapat 2 ini sudah dicatat sejarah jika bukan dari kelompok tertentu terpilih pasti diganggu-ganggu tanpa berdasar main teror saya yakin pak Azis sudah paham betul, karena beliau lama jadi camat di Kecamatan Mekarsari sebelum jadi kepala dinas pemberdayaan masyarakat Desa (PMD) kabupaten Barito Kuala. 

Sekali lagi saya katakan kalau pihak tim kabupaten memproses kasus ini maka percuma saja memakai pola EVoting lebih baik semuanya dikembalikan ke pemilihan yang manual pungkas Anggota Dewan ini.

Sementara ditempat terpisah Yuda,cs berhasil konfirmasi dengan Moch.Azis Kadis PMD Kabupaten Barito kuala Kalsel Dinas yang terkait dengan pilkades ini ketika ditanya oleh yuday prihal ini bahkan beliau berbalik menanya dengan saya,bahwa mas yuday dari wartawan tentu sudah hapal lagi dari saya katanya. Bagaimana setiap kali adanya prosesi pemilihan pemilihan kades baik secara manual maupun EVoting, didesa jelapat 2 mekarsari ini dari dahulunya pasti ada riak riak kecil seperti ini jika bukan dari kelompok tertentu yang terpilih.
 
Saya ini, lama jadi camat di kecamatan mekarsari ini tentu sudah bukan hal baru lagi jika timbul persoalan semacam ini kembali terulang.
 
Selanjutnya kata Azis yang akrab disapa . Dari lampiran pengaduan itu akan kami pelajari dulu bersama tim kabupaten lainnya seperti apa layak atau tidak untuk diproses jangan jangan hanya kertas selembar saja kata moch Azis pada yuday cs ketika ditemui disaat beliau mencek keadaan di Tps 01 desa Anjir muara lama selasa 25/5/21 yang pemenangnya saudara Nasrudin pegawai (ASN)Dishub pemkab Barito kuala yang berhasil memperoleh suara terbanyak dan juga mengguna sistem Evoting sama dengan moment pilkades didesa Jelapat 2 mekarsari ini.Dan disaat bersamaan itu Moch Azis dapat tamu dari kabupaten kapuas Propinsi Kalimantan tengah ingin melihat langsung pola pemilihan dengan sistem Evoting karena dinilai oleh Kabupaten Kapuas yang dipimpin langsung oleh Yunimarto kadis PMD kabupaten Kapuas Kalteng.
 
Karena kabupaten Kapuas akan melaksanakan pilkades serentak juga di tahun depan
 
Karena Kabupaten Barito kuala dinilai sukses melaksanakan sistim evoting dibawah kadisnya yang bernama Azis tanpa ada complain sedikitpun . sampai ke gelombang kedua ini kata yuminarto.
 
Komentar lain dari anggota Dewan Barito kuala dari komisi 2 ,yakni Alimansyah mengatakan,Syukur alhamdulilah pilkades memasuki gelombang kedua dinilai sukses dan lancar kita harapkan begitulah sampai selesai digelombang ke 4 nantinya, Dan saya berharap pada para kades terpilih dengan ucapan selamat dan sukses, tapi tidak perlu pakai hiburan untuk merayakannya tolong dijaga perasaan bagi calon yang kalah.

kita harap bagi calon yang kalah jangan berputus asa kita membangun Daerah Barito kuala tidak harus jadi Aparatur Desa diluar itu Bisa juga mengambil andil untuk memajukan daerah kita Barito kuala, masih ada dikesempatan lain jika ingin maju kembali karena jabatan para kepala desa ada batasan hanya 6 tahun saja.saya himbau Jadi pandai pandailah dengan warga supaya disenangi supaya warga jadi simpatik .Kalau warga sudah senang tanpa pakai pulus pun bisa menang.
 
Memang tugas kami Dewan memonitoring terhadap berlangsungnya pilkades serentak se Batola yang berjumlah 163 Desa ini baik yang menggunakan sistem E voting maupun yang manual.

Ketika ditanya masalah kasus pilkades di jelapat 2 itu biasalah karena bagi yang kalah merasa tidak puas inikan termasuk jabatan politis ada yang menang dan ada yang kalah. Bagi yang calon yang kalah tersebut ingin protes menggugat silahkan tapi tidak menggugurkan suara terpilih terbanyak apalagi didesa tersebut yang menggunakan E VOTING tidak mempengaruhi karena semua alat ini cukup canggih bisa merekap langsung. Biarkan alat Evoting ini yang bekerja tambah Alimansyah Anggota Dewan dari anjir dari partai Golkar.
(Yuday)
Berita Terkait
Berita Lainnya